Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 10 Des 2020 05:02 WIB

TRAVEL NEWS

Gelombang Kedua Corona Terjang Skotlandia Gegara Liburan Musim Panas

Putu Intan
detikTravel
On Britains hottest day of the year so far with temperatures reaching 32.6 degrees at Heathrow, people relax in the sea and on Brighton Beach in Brighton, England, Wednesday, June 24, 2020. The British government announced Tuesday that from July 4 social-distancing rules will be relaxed. People will be advised to stay at least 1 meter (3 feet) apart from others, rather than requiring 2 meters -- as long as they take other measures to reduce transmission of the virus, such as wearing a mask in enclosed spaces. (AP Photo/Matt Dunham)
Liburan musim panas di Inggris. (Foto: AP/Matt Dunham)
Edinburgh -

Berlibur ternyata tak selamanya membahagiakan. Skotlandia justru dilanda gelombang kedua Corona setelah warganya pulang liburan musim panas dari luar negeri.

Dilansir dari BBC, Kamis (9/12/2020) Direktur Klinik Nasional Skotlandia Prof Jason Leitch menjelaskan bahwa lockdown yang dilakukan Skotlandia telah sukses menghilangkan sebagian besar strain gelombang pertama Corona.

Sayangnya, strain baru kini ditemukan. Ia mengatakan, kemunculan strain baru ini terlacak dari orang-orang yang melakukan liburan musim panas dan perjalanan lain ke luar negeri pada Juli dan Agustus.

Menteri Pertama Skotlandia, Nicola Sturgeon menyampaikan pihaknya menyoroti peran perjalanan dalam menghidupkan kembali wabah virus yang sebelumnya berhasil ditekan.

Laporan baru mengenai penemuan ini ditulis untuk diberikan pada Kelompok Penasihat Ilmiah untuk Keadaan Darurat (SAGE) pemerintah Inggris oleh anggota Konsorsium COG-Inggris.

Dengan mempelajari sejarah genom COVID-19, mereka mengkonfirmasi sekitar 300 strain berbeda terdeteksi di Skotlandia selama gelombang pertama.

Prof Leitch mengatakan laporan itu menunjukkan bahwa lockdown pada bulan Maret hingga awal Juli telah berhasil mengurangi virus. Studi itu juga mengidentifikasi perjalanan ke Eropa sebagai pemicu gelombang kedua COVID-19.

"Laporan ini memungkinkan kami untuk mengatakan bahwa lockdown tahap pertama tahun ini, di mana Anda semua memainkan peran besar di dalamnya, membuat Skotlandia sangat dekat untuk membasmi virus di komunitas kita," kata Prof Leitch.

"Tapi saat lockdown dibuka, orang mulai melakukan perjalanan melintasi Inggris dan secara internasional pada liburan musim panas dan perjalanan lain ke luar negeri, strain baru diimpor ke Skotlandia," ujarnya.

Kasus ini akan terus berlanjut kecuali Skotlandia menerapkan larangan perjalanan seperti yang dilakukan Selandia Baru.

"Kita telah belajar bahwa bila masyarakat diizinkan bepergian lagi, kita akan membawa aliran baru ke Skotlandia yang memulai gelombang kedua," kata dia.

Prof Leitch kemudian juga menjelaskan dalam laporannya, pemerintah perlu mengambil keputusan untuk memperpanjang karantina dan melakukan tes Corona di bandara.

"Laporan ini juga memberikan peringatan bagi orang-orang untuk mempertimbangkan bepergian selama periode Natal. Idealnya, kami akan mendorong semua orang untuk menjadi se-lokal mungkin dan tidak melakukan perjalanan antar daerah dengan prevalensi tinggi dan rendah," ia menjelaskan.

"Jika Anda bisa tetap tinggal di tempat, Anda akan membantu Skotlandia menghindari lonjakan kasus Corona lagi di bulan Januari," kata dia.



Simak Video "Pangeran William Ingat Kematian Putri Diana saat Bicara Skotlandia"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA