Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 10 Des 2020 15:16 WIB

TRAVEL NEWS

Turki Lockdown di Akhir Pekan, tapi Turis Asing Masih Bisa Jalan-Jalan

ISTANBUL, TURKEY - JULY 09: People wearing face masks walk in Istanbuls famous Grand Bazaar on July 09, 2020 in Istanbul, Turkey. Turkey continues to ease restrictions after recently reopening, cafes, restaurants, parks, inter-city travel and selected businesses, giving retailers, shopping malls and tourist operators hope that the economy will be reactivated. After easing restrictions, Turkeys consumer confidence index edged up to 62.6 points in June from 59.5 the previous month. As of July 09, Turkey has reported 5,300 coronavirus-related deaths and 209,962 confirmed cases. (Photo by Burak Kara/Getty Images)
Foto: (Getty Images/Burak Kara)
Jakarta -

Turki mengambil kebijakan lockdown dan jam malam karena kasus Corona yang meningkat. Akan tetapi turis dikecualikan dari peraturan ini.

Dikutip dari Travel+Leisure, Kamis (10/12/2020) Turki telah menerapkan lockdown di akhir pekan dan jam malam pun diberlakukan mulai pukul 21.00 sampai 05.00. Hanya berlaku bagi penduduk setempat, turis asing dibebaskan untuk berwisata.

Ada pula bonus tambahan, dimana sebagian besar museum tetap dibuka untuk turis seperti istana Topkapi dan Dolmabahce. Turis juga bisa menaiki kapal feri yang melintasi Bosporus. Selain itu restoran di kota tua Sultanahmet juga diam-diam dibuka untuk wisatawan asing.

Restoran hotel pun diizinkan tetap buka, tapi hanya tamu hotel yang boleh makan di sana. Menurut NYT, di hotel Shangri-La, turis bahkan berkumpul di teras, makan makanan laut yang segar dan meminum anggur putih.

"Anda bisa kena hukum karena bepergian akhir-akhir ini dengan semua batasan dan selalu berubah. tapi di sini kami memiliki akses eksklusif ke salah satu kota paling indah dan mempesona di dunia," kata seorang musisi asal Inggris dalam surat kabar.

Wisatawan asal Amerika Serikat diizinkan untuk masuk ke Turki. Mereka tidak diwajibkan untuk menunjukkan dokumen kesehatan, pengujian COVID-19 atau melakukan karantina. Pengujian PCR untuk orang asing hanya diperuntukkan bagi mereka yang menunjukkan gejala virus.

Selama akhir pekan, sebagian besar turis asing yang berkunjung ke Turki berasal dari Rusia dan Timur tengah. Turis lainnya berasal dari Eropa dan Amerika yang biasanya menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan mengelilingi kota yang sepi.

Menurut Reuters, Turki memberlakukan lockdown akibat kasus kematian akibat virus Corona yang meningkat dua kali lipat dalam waktu kurang dari tiga minggu. Hari Sabtu, Turki mencatat angka kematian tertinggi yaitu sejumlah 196.



Simak Video "Turki Berlakukan Jam Malam Setiap Hari"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA