Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 12 Des 2020 13:16 WIB

TRAVEL NEWS

Warga Inggris Bakal Dilarang Masuk Uni Eropa Setelah 1 Januari?

Maskapai British Airways
Ilustrasi, maskapai utama Inggris (Foto: British Airways/CNN)
London -

Traveler atau warga Inggris mungkin akan dilarang masuk ke Uni Eropa setelah 1 Januari 2021. Aturan terbaru COVID-19 regional yang memaksanya.

Diberitakan CNN, Sabtu (12/12/2020), traveler Inggris akan dikenakan pembatasan perjalanan yang sama seperti semua negara non-UE lainnya sejak tanggal itu.

Pandemi virus Corona menciptakan larangan bagi semua orang masuk kecuali perjalanan penting ke Eropa. Seorang pejabat Komisi Eropa mengatakan kepada CNN pada hari Kamis.

Periode transisi Brexit akan berakhir pada 31 Desember. Pembatasan perjalanan ini akan tetap berlaku bahkan jika Inggris dan UE mencapai kesepakatan perdagangan.

"Inggris bukan bagian dari wilayah Schengen. Setelah masa transisi berakhir, mereka juga tidak akan lagi diperlakukan serupa dengan negara anggota," kata pejabat Komisi Eropa.

"Inggris akan tunduk pada kepada Rekomendasi Dewan (UE) tentang pembatasan perjalanan eksternal," imbuh dia.

Kriteria dalam rekomendasi yang ditetapkan oleh Dewan Eropa pada dasarnya didasarkan pada apakah situasi epidemiologi negara tertentu lebih baik atau lebih rendah dari rata-rata UE.

Aturan ini juga mencakup faktor lain, seperti tindakan isolasi, termasuk jaga jarak fisik, serta pertimbangan ekonomi dan sosial.

Perlu dipikirkan pula kegiatan timbal balik yang mengatur apakah warga negara Uni Eropa diizinkan untuk melakukan perjalanan ke negara Inggris. "Itu harus diperhitungkan secara teratur dan berdasarkan kasus per kasus," kata rekomendasi tersebut.

Pada bulan Oktober, negara-negara anggota UE memutuskan bahwa hanya delapan negara yang memenuhi kriteria sebagai negara aman. Di dalam daftar ini termasuk Australia, Jepang, dan Selandia Baru.

"Dewan bertanggung jawab untuk meninjau daftar negara ketiga yang larangan perjalanannya akan dicabut dan oleh karena itu dewan perlu mempertimbangkan masuknya Inggris," kata pejabat Komisi Eropa.

Inggris akan dipertimbangkan masuk daftar negara-negara non-UE lain pada tinjauan berikutnya. Proses penjadwalannya berlangsung pada minggu 14 Desember, kata seorang Pejabat UE di Dewan Eropa mengatakan kepada CNN.

"Daftar negara yang batasannya dicabut, ditinjau dan, mengikuti bagaimana kasusnya, diperbarui secara berkala," pejabat dewan menjelaskan. Ia menambahkan masih terlalu dini untuk mengonfirmasi pada tahap ini seperti apa status suatu negara pada 1 Januari nanti.

Perjalanan penting di Uni Eropa dikategorikan menjadi 11 bidang. Di dalamnya termasuk profesional perawatan kesehatan, penumpang transit, diplomat, dan orang yang bepergian karena alasan keluarga yang penting.

Inggris mencatat jumlah kematian akibat virus korona tertinggi di Eropa. Ada lebih dari 62.000 kematian di sana.



Simak Video "Warga London Berkumpul, Menanti Keluarnya Inggris dari Uni Eropa"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA