Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 19 Des 2020 17:10 WIB

TRAVEL NEWS

Vaksin Bisa Jadi Angin Segar untuk Wisata

Antara
detikTravel
Kasus COVID-19 di Bali Meledak Setelah Wisata Dibuka Kembali Untuk Turis Lokal
Ilustrasi wisata Bali (ABC Australia)
Jakarta -

Sejumlah asosiasi menyambut baik kehadiran vaksin COVID-19 sebagai salah satu pemantik optimisme untuk memulihkan sektor pariwisata Indonesia pada tahun 2021.

Pariwisata Indonesia merespons positif vaksin Corona yang telah tiba di Indonesia. Apalagi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan vaksin Corona untuk seluruh masyarakat Indonesia akan diberikan secara gratis.

Itu sebagai lanjutan rencana vaksinasi dilakukan pada Januari 2021. Saat ini, sekitar 1,2 juta dosis vaksin Corona telah berada di Tanah Air.

Keputusan itu dinilai bakal mendongkrak kebangkitan wisata Indonesia yang babak belur karena COVID-19.

"Saya sangat yakin apalagi dengan vaksin, yang harapannya bisa berhasil untuk me-reduce (penularan) COVID-19. Saya yakin dengan vaksin, ke depan akan jauh lebih baik untuk dorong demand pariwisata," kata Wakil Ketua Asosiasi Perusahaan Penjual Tiket Penerbangan Indonesia (ASTINDO) Anton Sumarli seperti dikutip Antara.

Itu didorong dengan meningkatnya tren positif bagi sektor pariwisata di kuartal keempat 2020 bila dibandingkan dengan kuartal-kuartal sebelumnya.

"Trennya sudah meningkat, dan jika di-compare dengan kuartal ketiga, di kuartal keempat ini lebih baik dan demand-nya cukup tinggi. Teman-teman di daerah melaporkan bahwa sudah mulai ramai (permintaan liburan)," ujar Anton.

Sementara itu, Sekjen DPP ASTINDO Pauline Suharno mengatakan bahwa kenaikan tersebut sekira 20-30 persen dari kondisi yang paling terpuruk di bulan Mei. Ini juga dipengaruhi oleh adanya perjalanan dinas pemerintah dan rencana liburan masyarakat.

Namun, dengan adanya pembatasan dan persyaratan yang harus dipenuhi untuk melancong ke sejumlah daerah, membuat adanya keraguan bagi wisatawan untuk tetap melanjutkan perjalanannya.

Ya, Bali dan DKI Jakarta menerapkan kewajiban rapid antigen dan PCR bagi pelancong sebelum memasuki wilayah itu.

"Masih belum ada prediksi panjang mengenai tren ke depan. Tapi, harapannya vaksin bisa membuat orang lebih confident untuk perjalanan liburan, dan kita harus jaga semangat teman-teman travel agent," kata Pauline.

Sependapat dengan Anton dan Pauline dari ASTINDO, DPP Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Budijanto Ardiansjah juga berharap dengan adanya vaksin bisa menumbuhkan rasa percaya diri masyarakat secara bertahap.

"Vaksin hadir supaya ada confidence untuk masyarakat dan pelaku usaha. Namun, sekiranya mungkin perlu sekitar 3-4 bulan setelah vaksin, karena kondisi tidak bisa kembali langsung normal," kata Budijanto.

Berita baik soal vaksin pun diharapkan bisa diimbangi dengan kebijakan pemerintah yang tegas dan jelas serta bisa diinformasikan dari jauh hari. Sehingga, baik para pelaku dan konsumen memiliki waktu untuk menentukan rencana dan sikap mereka.

"Harusnya (kebijakan) tertata lebih baik, seperti misalnya ada masa pelarangan, wisatawan masuk bertahap, dan lainnya. Harus ada satu kepastian dari pemerintah supaya semua pihak bisa mengambil strategi dan langkah selanjutnya untuk pemulihan ekonominya seperti apa," dia menambahkan.



Simak Video "Siapkah Indonesia Hadapi Varian Corona yang Lebih Ganas?"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA