Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 21 Des 2020 15:50 WIB

TRAVEL NEWS

Sambut Nataru, 46 Objek Wisata di Wonogiri Ditutup

Aris Arianto
detikTravel
Pantai Sembukan di Kecamatan Paranggupito, Wonogiri.
Pantai Sembukan di Kecamatan Paranggupito, Wonogiri. (Aris Arianto/detikcom)
Wonogiri -

Pemkab Wonogiri bakal menutup sebanyak 46 obyek wisata saat libur Natal dan Tahun Baru. Penutupan ini untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus COVID-19.

"Semua objek wisata yang ada di Wonogiri ditutup, ada sebanyak 46 buah. Ini untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan penularan COVID-19 mengingat ada masa libur Nataru," ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Wonogiri, Pranata kepada wartawan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Senin (21/12/2020).

Penutupan itu ditempuh setelah menggelar rapat koordinasi bersama lintas institusi dan Satgas COVID-19 Wonogiri. Semua pihak mendorong kebijakan penutupan tersebut agar segera diterapkan.

"Penutupan terhitung sejak tanggal 24 Desember 2020 sampai 4 Januari 2021," kata dia.

Menurut dia ada sejumlah 46 objek wisata yang ditutup. Jumlah itu merupakan akumulasi destinasi wisata yang dikelola Pemkab maupun pihak lain seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMdes). Khusus yang dikelola Pemkab ada enam, meliputi Waduk Gajah Mungkur (WGM), Pantai Sembukan Kecamatan Paranggupito, Bumi Kahyangan Dlepih Tirtomoyo, Air Terjun Setren Girimanik Slogohimo, Gua Putri Kencono Pracimantoro, dan Museum Karst Pracimantoro.

"SE (surat edaran) segera disebarkan, selain itu kami informasikan ke para pengelola objek wisata melalui saluran yang ada, termasuk medsos," terang dia.

Pihaknya bersama Satgas kabupaten hingga kecamatan dan desa bakal terus mengawasi objek wisata yang ditutup. Ini untuk mengantisipasi pengelola yang nakal yang masih membuka lokasi wisata maupun pengunjung yang nekat datang.

"Jika ada yang melanggar nanti akan kena sanksi, tentunya untuk menentukan sanksi dari Satgas," tutur dia.

Penutupan itu, jelas dia untuk menyekat potensi penularan virus Corona. Terlebih saat ini Wonogiri berada dalam zona merah.

Sementara Bupati Joko Sutopo mengatakan, kebijakan penutupan kembali obyek wisata di Wonogiri merupakan upaya antisipasi dalam pencegahan penyebaran virus Corona. Saat ada kelonggaran yang menimbulkan kerumanan massa akan muncul potensi penularan COVID-19.

"Ketika libur Natal dan Tahun Baru usai, kami akan melakukan evaluasi. Ini untuk menentukan kebijakan selanjutnya," beber Bupati.

Terpisah Sekda Wonogiri Haryono menegaskan di Wonogiri juga tidak ada malam perayaan Tahun Baru. Gereja tidak menggelar perayaan Natal, melainkan misa yang terbatas jemaatnya dengan penerapan prokes ketat.

Hingga Senin pukul 14.00 WIB, total kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Wonogiri mencapai 1.094. Perinciannya 49 pasien dirawat di rumah sakit, 13 orang menjalani isolasi mandiri, 990 pasien sembuh dan 41 pasien meninggal.



Simak Video "46 Wisata di Wonogiri Tutup Saat Libur Nataru"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/sym)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA