Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 30 Des 2020 13:02 WIB

TRAVEL NEWS

Kemenparekraf Siapkan 3 Platform Agar Wisata RI Bangkit di Tahun 2021

Menparekraf Sandiaga Uno
Foto: Menparekraf Sandiaga Uno (Elmy Tasya/detikTravel)
Jakarta -

Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif memiliki jutaan pekerja yang juga terdampak karena pandemi. Ada tiga platform Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang akan dilakukan di tahun 2021.

Kunjungan wisatawan mancanegara di tahun 2020 diproyeksikan sebesar 4 juta orang dengan devisa senilai USD 3,54 miliar. Jumlah ini menurun 74,7% dari tahun 2019 dengan jumlah kunjungan 16,10 juta dan devisa USD 16,9 miliar.

Menurut arahan presiden dan wakil presiden RI terkait ada empat poin pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di tahun 2021. Pertama, akselerasi pembangunan infrastruktur di 5 destinasi superprioritas, kedua, penyiapan calendar of Event di setiap destinasi, terutama 5 destinasi super prioritas.

Ketiga, implementasi aspek K4 atau protokol kesehatan pada setiap destinasi pariwisata sehingga wisatawan merasa aman dan nyaman, dan terakhir, ekonomi kreatif lokomotif penciptaan lapangan kerja, terutama untuk sektor yang menyerap dan menggerakkan ekonomi.

Untuk itu, ada tiga platform program Kemenparekraf ke depan untuk membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Pertama adalah inovasi yaitu melalui pendekatan big data. Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo menuturkan bahwa teknologi digital sangat berpengaruh dalam kehidupan sehari hari.

"Konteksnya di pariwisata, kita suka alam kita pastinya melihat video YouTube video mengenai laut gunung, dan sebagainya, kita juga akan melihat iklan-iklan ke depannya feature video juga yg berhubungan dengan hal tersebut," kata Angela, di Hutan Kota by Plataran, Jakarta.

"Nah ini sebetulnya adalah yg bisa kita manfaatkan ke depannya bagaimana kita bisa mempromosikan jauh lebih efisien lebih efektif lagi dan terutama lebih personalised. ini kuncinya personalised," ujarnya.

Menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, kini sektor pariwisata menargetkan wisatawan domestik. Sehingga produk yang ditawarkan pun menyesuaikan kebutuhan wisatawan.

"Saya dan mbak wamen ini kita lihat memang prioritasnya wisatawan nusantara, domestik. Jadi produk produknya eventnya out door tourism, sport tourism, dan wellness and health tourism," tambah Sandiaga Uno.

Kedua yaitu adaptasi, salah satunya yaitu dengan memberikan sertifikasi gratis CHSE. Harapannya, ketika ada konsumen yang melihat stiker dan logo tersebut mereka merasa aman dan nyaman.

"Ini adalah salah satu cara agar kita memberikan standardisasi dalam hal penerapan protokol kesehatan bagi para usaha," kata Angela. "Dalam hal ini kita memberikan standar tertentu. dam kita berikan secara gratis dan ke depannya akan kita lanjutkan terus sampai 2021," tambahnya.

Ketiga yaitu kolaborasi. Kini, telah banyak event yang dilakukan secara kreatif dalam masa pandemi. Kemenparekraf mendukung konsep ini karena event merupakan salah satu kunci daya tarik pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Kita bisa menunjukkan ke dunia bahwa event yang kita selenggarakan kita tentunya dengan inovasi baru bisa itu dilaksanakan dengan baik dengan protokol kesehatan yang luar biasa tentunya saya lihat juga banyak yg hybrid sekarang, ada nonton pakai mobil, itu adalah inovasi-inovasi anak bangsa yang terus bisa kita dorong. saya kira itu untuk menggairahkan Industri," kata Angela.

Kemenparekraf akan berperan sebagai fasilitator aktif berkolaborasi dengan ekosistem parekraf untuk menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya. Nantinya tujuan dari pengembangan sektor parekraf pun akan terwujud

"Ini yang harus kita dorong terus, dan ini bergerak jadi konsepnya kita buka ruangnya agar mereka bisa melakukan adaptasi adaptasi dan quick win 2021 ini bisa kita capai," tambah Sandi.

(elk/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA