Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 04 Jan 2021 07:31 WIB

TRAVEL NEWS

Lima Bonggol Rafflesia di Agam Gagal Mekar Sempurna

Antara
detikTravel
Rafflesia Arnoldi di Bengkulu Utara diduga dirusak
Rafflesia arnoldi gagal mekar (dok. Istimewa)
Agam -

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat melalui Resor Agam menemukan lima knop atau bonggol bunga Rafflesia arnoldii gagal mekar sempurna.

Calon bunga bangkai di Rimbo Sungai Jawuih, Jorong Lambah, Nagari Koto Gadang Anam Koto, Kecamatan Tanjungraya itu gagal mekar sempurna diduga karena ada gangguan satwa liar.

"Knop ini rusak kita temukan saat identifikasi ke lapangan pada Rabu (30/12)," kata Kepala Resor Konservasi Sumber Daya Alam Agam, Ade Putra di Lubukbasung, dan dikutip Antara.

Ia menduga lima knop yang rusak itu dirusak oleh babi hutan dan tikus tanah. Knop itu rusak sebelum mekar sempurna dan ditemukan dalam kondisi membusuk.

"Lima knop itu sudah membusuk dan belum sempat mekar sempurna," katanya.

Ia menambahkan di lokasi itu juga ditemukan tiga individu rafflesia yang sudah mekar dengan kondisi sudah membusuk. Selain itu, satu knop yang belum mekar dan diperkirakan mekar sempurna dalam beberapa bulan ke depan.

"Di lokasi kita menemukan enam titik sebaran bunga rafflesia dan Rhizantes 20 lokasi sebaran populasi dengan kondisi mekar sempurna, membusuk dan berupa knop pada 2 Juni 2020," katanya.

Di Agam, tambahnya, berdasarkan data BKSDA Agam terdapat 14 titik sebaran populasi tumbuhan bunga rafflesia yang tersebar di Kecamatan Palupuh, Tanjungraya, Matur, Palembayan, Baso, Malalak, Kamangmagek dan Tilatangkamang.

Diperkirakan sampai dengan awal 2021 beberapa titik populasi bunga itu akan mulai bermekaran.

Bunga rafflesia adalah jenis tumbuhan yang dilindungi oleh peraturan perundangan di Indonesia.

Sesuai Pasal 21 ayat 1 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya: Setiap orang dilarang untuk mengambil, menebang, memiliki, merusak, memusnahkan, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan tumbuhan yang dilindungi atau bagian-bagiannya dalam keadaan hidup atau mati.

Selain itu mengeluarkan tumbuhan yang dilindungi atau bagian-bagiannya dalam keadaan hidup atau mati dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia.

Sanksinya sesuai Pasal 40 ayat 2 adalah pidana penjara paling lama lima tahun dan denda Rp100 juta.



Simak Video "Museum Tsunami Aceh, Sejarah Kebencanaan Terbesar"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA