Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 04 Jan 2021 12:06 WIB

TRAVEL NEWS

Penerbangan Internasional ke Saudi Dibuka, Jemaah Umroh 2021 Berangkat

Rosmha Widiyani
detikTravel
Dua masjid suci umat Islam, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi akan segera dibuka kembali di tengah pandemi Corona. Hal ini tentu menjadi kabar gembira bagi umat islam di seluruh dunia.
Foto: Getty Images/Abid Katib/Penerbangan Internasional ke Saudi Dibuka, Jemaah Umroh 2021 Berangkat
Jakarta -

Arab Saudi resmi mencabut larangan penerbangan internasional yang berlaku pada Minggu (3/1/2021). Pencabutan restriksi masuk Arab Saudi berdampak baik pada pemberangkatan jamaah umroh 2021.

"Insyaallah setelah Airport Indonesia dibuka untuk penerbangan internasional pada Kamis (14/1/2021) umroh 2021 bisa kembali diberangkatkan," ujar Kepala Bidang Umrah Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Zaky Zakaria.

Informasi ini disampaikan Zaki dalam pesan pendek yang diterima detikcom pada Senin (3/1/2021). Pemerintah Arab Saudi mulai menerapkan larangan keluar masuk sementara di negara tersebut pada (21/12/2020).

Penerapan larangan sementara keluar masuk Arab Saudi membuat penyelenggara dan jamaah umroh 2021 ketar-ketir. Pemberangkatan terancam batal yang pastinya akan merugikan semua pihak, baik itu jamaah dan penyelenggara umroh.

Dengan pencabutan larangan masuk Arab Saudi, jamaah dan penyelenggara umroh 2021 bisa bernapas lega. Jamaah umroh 2021 bisa kembali berangkat dan melakukan ibadah di tanah suci dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Namun ada persyaratan khusus untuk bisa masuk ke Arab Saudi. Traveler yang berasal dari Inggris Raya, Afrika Selatan, dan negara lain yang ditentukan oleh Kementerian Kesehatan Arab Saudi, harus menghabiskan waktu 14 hari menjalani isolasi di luar negara mereka, sebelum masuk ke Arab Saudi.

Traveler juga wajib menjalani tes PCR setelah melewati masa isolasi tersebut guna memastikan traveler tidak terinfeksi oleh virus Corona.

Warga Negara maupun penumpang yang diizinkan masuk ke Arab Saudi berdasarkan asas kemanusiaan, namun berasal dari negara dengan kasus mutasi baru Corona, wajib menjalani karantina selama 14 hari di dalam rumah.

Selain itu, mereka juga harus menjalani 2 kali tes PCR. Tes pertama diambil maksimal 48 jam setelah kedatangan. Sedangkan tes kedua diambil sebelum masa karantina berakhir, tepatnya pada hari ke-13.

Penerapan larangan keluar masuk wilayah Arab Saudi adalah upaya antisipasi dampak mutasi virus corona yang ditemukan di sejumlah wilayah. Kasus mutasi telah ditemukan di Inggris, Afrika Selatan, Prancis, hingga Jepang.

Dikutip dari dari Arab News, saat ini Arab Saudi mulai memberikan vaksin COVID-19 pada warganya. Pemberian vaksin dimulai dari warga yang berisiko tinggi. Kasus COVID-19 menunjukkan jumlah yang stabil turun.

Pada Sabtu (2/1/2021), Arab Saudi mencatat 101 kasus yang merupakan jumlah terendah dalam sembilan bulan selama pandemi berlangsung. Sebanyak 362.488 orang terinfeksi COVID-19 di Arab Saudi sejak kasus ditemukan pada Desember 2019 di Wuhan.



Simak Video "Arab Saudi Larang 20 Negara Masuk Wilayahnya, Termasuk Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(row/pal)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA