Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 06 Jan 2021 14:40 WIB

TRAVEL NEWS

9 Arahan Jokowi ke Sandiaga di Sektor Pariwisata

Femi Diah
detikTravel
Menparekraf Sandiaga Uno
Menparekraf Sandiaga Uno (Grandyos Zafna/detikTravel)
Jakarta -

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyampaikan arahan Presiden Joko Widodo dalam rapat paripurna hari ini. Sandi bilang kesehatan menjadi fokus utama.

Rapat paripurna itu dilakukan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (6/1/2021). Kemenparekraf diminta untuk turut mengutamakan kesehatan dengan mengampanyekan 3M.

Selain itu, Jokowi juga menyampaikan poin lain agar Kemenparekraf tidak berdiam diri kendati pandemi belum usai. Di antaranya mematangkan rencana menggaet investor dan menggeber persiapan lima destinasi superprioritas.

Berikut arahan Presiden Jokowi kepada Sandiaga Uno dalam rapat paripurna:

1. Kampanye 3 M dan Disiplin Prokes

"Saya ingin menyampaikan arahan Bapak Presiden pada rapat paripurna di Istana Negara. Pertama, fokus pada penanganan kesehatan," ujar Sandiaga.

"Ini adalah kunci kebangkitan kita di 2021, terutama di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bagaimana kita terus menyosialisasikan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan," dia menambahkan.

"Dan harapannya kita terus memotivasi masyarakat agar tetap disiplin dan kita pastikan bahwa kita bias memutus mata rantai dari COVID-19 dan komunikasi publik ini sangat penting," Sandi menegaskan.

Kemenparekraf bakal seiring sejalan dengan Satgas COVID-19 dalam menyosialisasikan program itu. Bahkan, ketika vaksin telah sampai di masyarakat.

Sandi menekankan protokol kesehatan harus diterapkan sedisiplin mungkin. Termasuk di sektor pariwisata.

"Kita lakukan dalam kolaborasi bersama dengan komite Satgas dan tentunya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Kita harus well-informed kepada masyarakat tentang protokol kesehatan yang ketat dan disiplin akan menjadi keniscayaan, keharusan," ujar Sandi.

"Alhamdulillah vaksin akan mulai didistribusikan, ada 462 juta vaksin, tapi selagi kita menunggu vaksin untuk 182 juta masyarakat yang akan divaksin, kita harus totalitas, tidak ada toleransi, negosiasi untuk patuh ketat dan disiplin atas protokol kesehatan," Sandi membeberkan.

"Kita berharap vaksin menjadi sebuah, secercah harapan, harus disukseskan, didukung, ini langkah menangani sisi kesehatan. sisi kesehatan adalah kunci kita melangkah di 2021.

2. Memetakan Peluang Investasi

Setelah kesehatan, poin kedua tugas Kemenparekraf adalah menyiapkan rencana setelah Indonesia bebas virus Corona.

Kedua, Presiden memberikan arahan agar investasi yang berkaitan dengan berbagai sektor yang berkaitan dengan ekonomi kreatif dipermudah.

"Sekarang saatnya menyiapkan investasi yang masuk bisa menggerakkan dunia usaha bagi pengusaha-pengusaha yang jeli melihat peluang untuk mendorong satu kesempatan saat COVID-19 sudah bisa diatasi. Itu agar mereka bisa investasi dan membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya," ujar Sandi.

"Apapun yang bisa dikerjakan, langkah-langkah agar investor masuk, seperti tax holiday, intensif strategis lainnya bisa mempermudah mereka masuk," dia menegaskan.

3. Dana Abadi SWF

Yang ketiga, tentang Sovereign Wealth Fund (SWF) bernama Indonesia Investment Authority (INA) pada awal tahun depan. INA merupakan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) yang akan mengelola dana investasi termasuk infrastruktur.

"Ini banyak sekali interest berinvestasi dalam INA. Ini bisa digunakan di sektor ekonomi kreatif menyiapkan potensi-potensi investasi karena sumber pendanaan yang selama ini menjadi andalan dari sektor pariwisata tentunya terbatas dan apalagi APBN. INA ini bisa jadi opsi," kata Sandiaga Uno.

4. Pembangunan SDM

"Selanjutnya, kita harapkan sektor perbankan dan keuangan, Bapak Presiden mendorong adanya satu percepatan regulasi untuk sistem-sistem yang sudah tidak up to date terutama yang berkaitan dengan fintach, venture capital, agar usaha-usaha di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif bisa berkembang agar usaha-usaha kecil bisa menjadi menengah dan menengah bisa menjadi besar,' kata Sandi.

"Bapak Presiden menggarisbawahi pembangunan SDM, khususnya bagaimana SDM kita bisa menjadi fondasi yang kokoh untuk pembangunan bangsa dan sektor industri kreatif sejalan dengan penanganan aspek kesehatan masyarakat. kita bisa memastikan SDM di sektor ekonomi kreatif bisa terus ditingkatkan dari sisi human capacity," dia menjelaskan.

Selanjutnya Coret Anggaran Promosi Tidak Efektif

Selanjutnya
Halaman
1 2
BERITA TERKAIT
BACA JUGA