Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 06 Jan 2021 19:12 WIB

TRAVEL NEWS

Inggris Berencana Perketat Peraturan untuk Wisatawan Asing

FILE - In this Tuesday, March 24, 2020 file photo, a woman wears a mask as she walks through a quieter than usual Heathrow Airport Terminal 5, in London. Air traffic is down 92% this year as travelers worry about catching COVID-19 and government travel bans and quarantine rules make planning difficult. One thing airlines believe could help is to have rapid virus tests of all passengers before departure. (AP Photo/Kirsty Wigglesworth, File)
Foto: Bandara Internasional London Heathrow (AP Photo/Kirsty Wigglesworth, File)
Jakarta -

Inggris makin berhitung dengan varian baru virus Corona. Kini, Inggris berencana memperketat kebijakan wisatawan asing yang datang.

Dikutip dari New Sky oleh detikcom, Rabu (6/1/2020), Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, dalam konferensi pers Downing Street pada Selasa (5/1), mengatakan bahwa pemerintah sedang menyiapkan sejumlah langkah untuk mencegah virus Corona semakin menyebar. Mereka akan memastikan dengan menguji pendatang yang berkunjung ke negara ini.

Barisan menteri sedang mempertimbangkan persyaratan kedatangan bagi turis asing dengan wajib menyerahkan hasil tes PCR negatif. Tes tersebut harus dilakukan minimal 72 jam sebelum keberangkatan.

Kebijakan tersebut akan berlaku bagi wisatawan asing yang datang dengan pesawat, kapal feri, dan kereta api. Warga Inggris dari luar negeri dan yang tinggal di negara itu dibebaskan dari peraturan ini.

Knaselir Lancaster Michael Gove mengisyaratkan rencana tersebut dalam wawancara pada Selasa (5/1). Dia menuturkan saat ini sedang mendiskusikannya dengan pemerintah Inggris. Tujuannya untuk memastikan empat negara Britania Raya memiliki pendekatan yang sama.

Rencana itu juga diusulkan oleh anggota parlemen, termasuk mantan sekretaris kesehatan konservatif, Jeremy Hunt. Dia meminta agar Inggris sejalan dengan negara lain yang sudah lebih dulu memperketat aturan untuk memutus rantai penularan virus Corona.

Sebelumnya, kedatangan wisatawan ke Inggris dari negara-negara yang tidak dikecualikan dalam program travel bubble harus menjalani isolasi selama 10 hari. Akan tetapi, setelah skema uji dan rilis pada bulan Desember, waktu karantina bisa dipersingkat jika wisatawan itu mengantongi hasil tes PCR negatif lima hari setelah kedatangan.

Selama lockdown pertama, pemerintah Inggris menentang pemberlakuan perbatasan meski kasus Corona sangat tinggi. Para ahli berpendapat bahwa hal itu tidak akan banyak membantu menurunkan kasus Corona.



Simak Video "Prancis Mulai Buka Blokade dari Wisatawan Inggris"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA