Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 08 Jan 2021 19:40 WIB

TRAVEL NEWS

Dampak PTKM Yogya, Banyak yang Batalkan Reservasi Hotel

Sempat Ditutup Terpal, Plang Jalan Malioboro Dibuka Kembali
Foto: (Pradito Rida Pertana/detikcom)
Yogyakarta -

Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) mengaku adanya pengetatan secara terbatas kegiatan masyarakat (PTKM) tanggal 11-25 Januari memberi dampak cukup signifikan. Soalnya, banyak tamu yang membatalkan reservasi penginapan.

"Cancel-an sampai 30% di tanggal 11 (Januari) dan seterusnya tinggal 10% saja itu saja di sektor tengah. Bila rata-rata reservasi se-DIY 6% di tanggal 11 Januari sampai dengan 25 Januari," kata Ketua PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono melalui Zoom, Jumat (8/1/2021).

Menurutnya sebelum keluar kebijakan terkait PTKM, wisatawan yang reservasi atau sudah mau datang ke Yogya membatalkan karena takut di daerahnya bisa keluar tidak, dan di Yogyakarta diterima atau tidak. Karena itu dia menyayangkan kebijakan itu.

"Kami selaku salah satu dari industri di sektor wisata selalu diobok-obok sementara yang kita sudah lakukan verifikasi prokes oleh kabupaten kota dan sertifikasi CHSE oleh Kemenparekraf," ucapnya.

Soalnya dari data klaster yang timbul bukan dari industri tapi mungkin dari perkantoran, rumah tangga dan lingkungannya. Terlebih saat ini sektor hotel tengah lesu.

"Karena jujur saja kita sudah terengah-engah bahkan sudah tercekik dengan keadaan ini, sudah 10 bulan keadaan ini. Kita bertahan tidak hanya bertahan tapi kita juga mengeluarkan cost yang cukup tinggi," katanya.

"Karena itu kami memohon kepada pemerintah agar memperhatikan bhal yang ini jangan terus kami dikambinghitamkan, kami juga tahu kesehatan diutamakan, satgas sudah dibentuk juga. Maka kami di tanggal 11-25 ini jujur reservasi maupun kunjungan ke hotel maupun restoran itu belum tampak, ini yang memukul kita, dan kita butuh relaksasi dari pemerintah agar bisa survive atau bertahan," imbuh Deddy.

Dia menyebut saat ini ada 189 hotel dan restoran yang masih beroperasi, semuanya sudah terengah-engah dan yang masih bertahan bintang 4-5, untuk Hotel bintang 3 ke bawah ada yang setengah kuat, pingsan dan bahkan yang mati. Bahkan beberapa hotel bintang 5 ada yang mati.

"Tapi kami tetap optimis dengan melakukan hal-hal yang disampaikan oleh Pemerintah. Tetap kita terapkan tertib menerima tamu," katanya.

"Program kami ingin promosikan hotel restoran untuk masyarakat DI Yogyakarta karena ini pangsa pasar kita saat ini. Tapi yang belum tersebar karena kondisi ekonomi masyarakat yang belum stabil, karena itu kita berharap kepada vaksin," imbuhnya.



Simak Video "Bea Cukai Yogya Sita 171.400 Rokok Ilegal yang Ditimbun di Rusunawa"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA