Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 10 Jan 2021 15:15 WIB

TRAVEL NEWS

Jatuhnya Sriwijaya Air dan Rekam Jejak Kecelakaan Pesawat di Indonesia

Pesawat Sriwijaya Air PK-CLC yang hilang kontak di Kepulauan Seribu (dok jetphotos.com via flightradar24))
Foto: Pesawat Sriwijaya Air PK-CLC yang hilang kontak di Kepulauan Seribu (dok jetphotos.com via flightradar24))
Jakarta -

Jatuhnya pesawat Sriwijaya Air begitu mengejutkan masyarakat Indonesia maupun dunia. Kabar duka ini menambah rekam jejak kecelakaan pesawat di Indonesia.

Dihimpun detikcom dari berbagai sumber, semalam, pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak dilaporkan hilang kontak di Kepulauan Seribu. Ada 50 orang penumpang dan 12 kru di dalam penerbangan.

Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 terbang dari Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu (9/1/2021) pada sekitar pukul 14.36 WIB. Menurut informasi jalur yang dari FlighrRadar 24, pesawat terbang ke arah barat laut, lalu ke utara.

Pesawat terakhir berada di atas Laut jawa, tepatnya di sisi utara pulau Jawa. Akan tetapi, pada pukul 14.40 Kementerian Perhubungan tak bisa mengontak kru pesawat. Menurut situs FlightRadar24, pesawat juga kehilangan ketinggian 10 ribu kaki dalam satu menit, setelah empat menit terbang.

Hilang kontak dalam penerbangan pesawat juga dialami pada bulan Oktober 2018 saat Lion Air 610 jatuh ke Laut Jawa Indonesia. Pesawat yang lepas landas dari Jakarta tersebut menewaskan 189 orang di dalamnya. Boeing 737 Max 8 tersebut dijadwalkan melakukan perjalanan satu jam menuju Pangkal Pinang di Pulau Bangka.

Sedangkan pada tahun 2014, maskapai AirAsia 8501 merenggut 162 nyawa di dalamnya setelah jatuh ke Laut Jawa. Pesawat sedang melakukan perjalanan dari Surabaya ke Singapura.

Setahun sebelumnya, pada 2013, Lion Air mengalami dua kecelakaan, Boeing 737 meleset dari landasan pacu saat mendarat dan jatuh ke laut dekat Bali. Penumpang terpaksa berenang untuk menyelamatkan diri. Sementara Boeing 737 bertabrakan dengan seekor sapi saat mendarat di Bandara Jalaludin, Gorontalo, Sulawesi Tenggara.

Menurut CNN, pada 2017, Uni Eropa sempat melarang 51 maskapai penerbangan di Indonesia dari wilayah udaranya setelah pesawat maskapai Garuda Indonesia dengan 140 penumpang meluncur di landasan Bandara Adi Sucipto Yogyakarta dan terbakar. Kecelakaan ini pun menewaskan 21 orang di dalamnya. Pada Juni 2018, saat standar diperbaiki, maskapai penerbangan Indonesia telah dikecualikan dalam daftar hitam tersebut.

Konsultan Australia, CAPA-Centre mengungkapkan, Indonesia merupakan negara kepulauan dengan lebih dari 13.000 pulau. Ledakan penerbangan domestik telah terjadi beberapa tahun terakhir dengan lali lintas penumpang meningkat tiga kali lipat antara 2005 dan 2017,

Semoga kecelakaan pesawat di Indonesia tidak terjadi kembali dan bagi para keluarga korban diberikan ketabahan.



Simak Video "Tim DVI Polri Sudah Terima 714 Sampel DNA Korban Sriwijaya Air"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA