Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 11 Jan 2021 14:16 WIB

TRAVEL NEWS

Pilot Vincent: Pesawat Tua Sriwijaya Air Bukan Alasan Jatuh

Vincent Raditya
Vincent Raditya (Foto: vincentraditya/Instagram)
Jakarta -

Pilot Vincent Raditya memberikan penjelasan terkait pesawat tua. Keadaan ini terkait dengan pemberitaan armada Sriwijaya Air jatuh yang sudah berumur 26 tahun.

Pembahasan Kapten Vincent ini trending di YouTube. Pertama-tama, ia mendapat pertanyaan, 'Bahayakah pesawat tua ketika diterbangkan? Seberapa panjang umur pesawat paling ideal untuk digunakan?'

"Itu paling banyak ditanyakan karena mereka khawatir terbang dengan pesawat tua. Ini yang harus diluruskan," kata Vincent seperti dikutip detikTravel, Senin (11/1/2021).

"Saya akan memberi pandangan sebagai seorang pilot mengenai pesawat tua yang diterbangkan," imbuh dia.

Kata Vincent, pesawat dikatakan tua ketika mereka sudah memasuki 50.000 jam ke atas. Untuk limitasinya sendiri, apakah pesawat tua itu dapat diterbangkan?

"Jadi tidak ada limitasi di mana pesawat itu harus stop dioperasikan. Sampai pesawat tahun 1930-40 kalau memang dia di-maintenance dengan baik masih bisa digunakan," imbuh dia.

"Cuma yang menjadi masalah adalah cost. Cost untuk memperbaiki pesawat itu semakin lama pesawat itu in service semakin banyak jam terbangnya otomatis semakin banyak pengecekan yang harus dilakukan," urai dia.

Bukan saja dari air frame-nya ya, mesinnya juga sama. Vincent juga menyebut bahwa di bagian dalam dari hot section-nya harus diganti sekitar 20.000 jam, kalau core section-nya kurang lebih sekitar 25.000 jam.

"So, airline semakin berpikir ketika harus replace-replace sendiri, tiba di suatu titik di mana mereka harus keluarkan uang, terlalu besar, jadi nggak worth it lagi untuk dipertahankan pesawat itu lebih baik ganti pesawat baru. Mungkin lessor memudahkan kita lease pesawat itu sendiri," jelas dia.

"Cuma pada umumnya, suatu pesawat itu dinyatakan stop servis ketika maintenance kebanyakan sudah melebihi kemampuan airline untuk me-maintain," ujar Vincent.

Pesawat yang dikandangkan atau tak difungsikan lagi ialah yang terlalu memakan banyak biaya untuk pemeliharaan. Karena, biaya tiket sudah tak menutup operasinya.

"Karena airline ini kan bawa penumpang, dihitung lagi dari total operating cost-nya, 'Apakah masuk nih yang kita jual nih dengan penumpang, kargo itu sendiri?'" jelas Vincent.

Lebih lanjut, Vincent juga menyebut bahwa semakin baru pesawat makan akan semakin efisien. Tapi bukan berarti tidak akan jatuh dan pasti bagus.

"Ya kebanyakan pesawat baru well maintenance tapi tidak bisa menjadi satu indikator di mana, 'Wah pesawat baru pasti tidak kenapa-kenapa'" kata dia.

"'Pesawat bekas ini pasti ada apa-apa malah'. Nggak, nggak juga. Saya banyak melihat pesawat yang sudah cukup tua mereka di well maintenance, bahkan saya melihat pesawat baru yang ada banyak list kerusakan ketika harus terbang," imbuh Vincent.

"Saya pernah melihat seperti itu, walaupun bukan sesuatu yang majeure ya. Sifatnya minor lah, kalau yang berat pasti grounded nggak boleh terbang. Kita pun tidak bisa me-release pesawat itu sendiri," terang dia lagi.

Terakhir, kata Vincent, perlu ada klarifikasi bahwa pesawat tua dan muda sebagai satu indikator, di mana pesawat jatuh itu karena tua. Karena ada pula pesawat yang jatuh juga masih muda.

"Sriwijaya Air ini, saya bukan membela maskapai, track record-nya dari tahun-tahun lalu mereka selalu menggunakan pesawat dari Boeing 737 Klasik, 737 NG sekian lama belum pernah kejadian. Dan, pesawat yang walaupun itu baru ada juga yang kejadian. Jadi kita tidak bisa memasalahkan berdasarkan dari umur pesawat," ungkap Vincent.



Simak Video "Kapten Vincent Angkat Bicara soal Sriwijaya Air SJ182 dan Usia Pesawat"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA