Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 11 Jan 2021 11:55 WIB

TRAVEL NEWS

Masalah di Boeing 737-500 dan Tanggapan Sriwijaya Air

Tim detikcom
detikTravel
Sriwijaya Group Buka 2 rute baru
Ilustrasi Sriwijaya Air Foto: detikFoto
Jakarta -

Tragedi Sriwijaya Air SJ-182 ikut menyorot seri Boeing 737-500. Tak sedikit yang menyorot kalau pesawat Boeing seri itu sarat masalah.

Federal Aviation Administration (FAA) atau regulator penerbangan sipil di AS telah mewanti-mewanti masalah yang ada, yakni rawan mati mesin di udara.

Mengutip pemberitaan Reuters, peringatan itu disampaikan FAA pada bulan Juli 2020 lalu terhadap 2.000 pesawat Boeing 737 New Generation dan Classic yang diparkir.

Peringatan tersebut ditujukan untuk pesawat yang tidak dioperasikan selama tujuh hari berturut-turut atau lebih. Mesin pesawat yang tidak dioperasikan berpotensi mengalami korosi pada bagian air valve check.

Jika terjadi korosi, maka bagian itu harus diganti sebelum pesawat terbang. Boeing saat itu langsung meminta operator untuk melakukan inspeksi pesawat.

"Katup rawan korosi jika pesawat diparkir atau jarang digunakan karena berkurangnya jadwal penerbangan selama pandemi COVID-19," tulis Boeing saat itu.

Pesawat Boeing 737-500 Classic yang dioperasikan Sriwijaya Air jatuh di Kepulauan Seribu Sabtu (9/1). Pesawat sebelumnya dinyatakan telah hilang kontak pada hari ini tanggal 9 Januari 2021 pukul 14.40 WIB.

Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 itu mengangkut 6 awak pesawat. Adapun rincian penumpang dalam penerbangan SJ-182 adalah 40 dewasa, 7 anak-anak, 3 bayi dan 6 awak Sriwijaya Air.

Menurut Menhub Budi Karya Sumadi menjelaskan kronologi kecelakaan pesawat. Pesawat Sriwijaya Air SJY 182 take off dari Bandara Soekarno Hatta menuju Pontianak pada pukul 14.36 WIB. Pada pukul 14.37 WIB melewati 1700 kaki dan melakukan kontak dengan Jakarta Approach. Pesawat diizinkan naik ke ketinggian 29.000 kaki dengan mengikuti Standard Instrument Departure.

Pukul 14.40 WIB, Jakarta Approach melihat pesawat Sriwijaya Air tidak ke arah 075 derajat melainkan ke Barat Laut (North West), oleh karenanya ditanya oleh ATC untuk melaporkan arah pesawat.

Tidak lama kemudian, dalam hitungan detik, pesawat hilang dari radar. Manajer operasi langsung berkoordinasi dengan Basarnas, bandara tujuan, dan instansi terkait lainnya.

Budi turut prihatin atas kecelakaan pesawat ini. Menhub Budi mengatakan Presiden RI Joko Widodo telah memberikan arahan langsung untuk memaksimalkan upaya pencarian pesawat Sriwijaya Air. Saat ini Kemenhub telah melakukan koordinasi dengan Basarnas, KNKT, TNI-Polri dan instansi terkait lainnya untuk melakukan upaya pencarian.

Itulah berita detikTravel terpopuler hari Minggu kemarin (11/1/2021). Kemudian juga ada tanggapan resmi dari pihak Sriwijaya Air terkait musibah itu.

Berikut berita detikTravel terpopuler lengkapnya:



Simak Video "KNKT Pastikan Sriwijaya SJ182 Tak Lewati Awan Berbahaya Sebelum Jatuh"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA