Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 19 Jan 2021 05:02 WIB

TRAVEL NEWS

Turis Asing di Bali Susah Banget Jalankan Prokes Anti COVID-19

Bonauli
detikTravel
Kepatuhan Aturan COVID-19 di Bali Tinggi. Tapi Banyak Warga Asing yang Nakal
Bule di Bali susah banget menjalankan prokes untuk mencegah penularan COVID-19 dan dihukum. (ABC Australia)
Badung -

Bule nakal masih ada saja saat Bali kehilangan turis karena pandemi COVID-19. Saat wabah virus Corona, mereka santai melanggar aturan protokol kesehatan.

Dilansir dari ABC New, situasi pandemi memang membuat Bali sepi dari turis. Tapi bukan berarti tak ada bule yang tinggal dan liburan ke sana.

Karena ternyata masih banyak bule yang ditemukan di Kabupaten Badung, yang memiliki Pantai Kuta dan Seminyak. Di tengah pandemi ini, Bali meminta warga dan turis menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Tapi ternyata masih banyak yang melanggar, kebanyakan justru bule-bule nakal. Di sana, pihak berwajib telah mencatat pelanggaran terbanyak di Bali, yaitu 8.864 pada pekan lalu.

"Kebanyakan karena ada yang tidak bawa masker, tidak memakai masker dengan benar, kemudian ada juga perusahaan [restoran atau pariwisata] yang tidak menyiapkan protokol kesehatan," kata Kepala Satpol PP Badung, I Gusti Agung Kerta Suryanegara.

Walau sebagian besar pelanggar protokol kesehatan adalah warga Indonesia, Agung mengatakan 80 persen dari jumlah pelanggar yang kena denda adalah warga asing, yang kebanyakan berasal dari Eropa.

Indonesia sempat mencatat penambahan kasus virus corona tertinggi, sebanyak 14.224 pekan lalu, hampir dua minggu sejak liburan tahun baru.

Penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang diberlakukan di Jawa dan Bali telah mewajibkan tempat umum, seperti pusat perbelanjaan dan restoran, untuk tutup pukul 21:00 waktu setempat.

Namun, di Bali sempat beredar video warga asing yang terlibat dalam argumen dengan pihak keamanan. Bule tersebut menolak untuk meninggalkan restoran ketika seharusnya sudah tutup.

Dua minggu lalu, Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan karena banyaknya warga asing yang sulit diatur pemda akan mengambil langkah lanjutan.

"Turis yang tidak memakai masker tidak akan diizinkan masuk ke tempat wisata dan restoran," ujarnya.

"Jadi mereka tidak akan dilayani kalau tidak memakai masker," dia menambahkan.

"Ini keputusan kami ... karena sudah banyak pelanggaran yang dilakukan turis asing di Bali," dia menjelaskan.

Kasatpol PP Badung, I Gusti Agung Kerta Suryanegara, berharap PMKK ditaati oleh warga ataupun wisatawan, termasuk WNA.

"Kita juga harus bisa menunjukkan ketaatan dengan berpartisipasi melaksanakan PPKM tersebut," katanya.

(bnl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA