Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 18 Jan 2021 10:24 WIB

TRAVEL NEWS

WNA yang Ajak Bule Pindah ke Bali Pas Pandemi, Juga Promosi Langgar Prokes?

Femi Diah
detikTravel
Wisatawan menyaksikan konser berkonsep drive-in bertajuk Bali Revival: New Era Festival di Rooftop Parkir Monkey Forest, Ubud, Gianyar.
Ilustrasi Bali (ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)
Jakarta -

Warga Negara Asing (WNA) perempuan sedang menjadi sorotan netizen setelah promosi mengajak bule tinggal di Bali saat pandemi virus Corona. Dia disebut juga kampanye langgar prokes di Pulau Dewata.

Perempuan itu turis dari Amerika serikat (AS) keturunan Afrika. Perempuan bernama Kristen Gray dengan akun Twitter @kristentootie itu membeberkan betapa nyamannya tinggal di Bali berdasarkan pengalaman dia bersama pacar, dengan aku @Saundraaa yang juga perempuan.

WNA promosi pindah ke Bali saat pandemi dan tidak membayar pajakWNA promosi pindah ke Bali saat pandemi dan tidak membayar pajak menjadi sorotan netizen (Foto: tangkapan layar Twitter)

Awalnya mereka berniat untuk berada di Bali selama enam bulan, namun karena COVID-19 tertahan di Bali hingga satu tahun.

Pengalaman itu dikisahkan dalam sebuah buku dalam bentuk ebook. Mereka menjualnya USD 30 atau sekitar Rp 400 ribu.

Yang menjadi masalah, perempuan bernama Kristen Gray dengan akun Twitter @kristentootie itu mencuit salah satunya mengajak bule untuk pindah ke Bali saat pandemi virus Corona. Dia juga menjanjikan jalur visa khusus.

Padahal, saat ini RI sedang menutup pintu gerbang sebagai salah satu langkah mencegah masuknya varian baru virus Corona.

Pemilik akun lain Corsetta Devine, yang beredar di Twitter dengan @evelynvwoodsen, mengaku telah membaca ebook berjudul Our Bali Life is Yours itu. Dia bilang dalam bukunya itu Gray mengampanyekan cara menghindari protokol kesehatan (prokes) selama pandemi.

Turis AS ajak bule masuk Bali pas pandemiWNA ajak bule masuk Bali pas pandemi (tangkapan layar Twitter)

Selain itu, Gray, yang mengaku bekerja sebagai desainer grafis di Bali, juga membeberkan cara untuk tidak membayar pajak kepada pemerintah RI kendati bekerja di Bali.

"So in the ebook she was talking about how to avoid covid rules and protocols, overstaying her visa, and not paying taxes. Yeah Indonesia need to get them out of there....."

"Jadi dalam ebook itu, dia mengungkapkan bagaimana menghindari aturan dan protokol kesehatan COVID-19, memperpanjang visanya, dan tidak membayar pajak. Ya, Indonesia perlu mengeluarkan mereka dari sana."

Cuitan Devine itu menjadi ramai dan direspons beragam oleh netizen. Sampai pagi ini, kicauan itu mendapatkan 3,5 ribu retweet dan 9,3 ribu tanda likes.

@ElioAgXXX menyebut Gray seolah meminta uang USD 30 untuk menukar dengan sampah berupa buku tutorial tindakan kriminal.

Tidak sedikit pula yang menyarankan agar Gray bersama pasangannya dideportasi.

@starmusXXX: saatnya mereka dideportasi.



Simak Video "Gubernur Bali: Turis Asing Tanpa Masker Tidak Dilayani"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/pin)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA