Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 18 Jan 2021 23:42 WIB

TRAVEL NEWS

Lama Vakum, Kini Agustinus Wibowo Rilis Buku Jalan Panjang untuk Pulang

Femi Diah
detikTravel
Jalan Panjang untuk Pulang
Jalan Panjang untuk Pulang, buku baru Agustinus Wibowo (Istimewa)
Jakarta -

Setelah tujuh tahun berselang, Agustinus Wibowo kembali merilis buku perjalanan. Kali ini, dia menyuguhkan rangkaian tulisan yang berbeda.

Judul buku terbaru Agustinus itu diberi judul Jalan Panjang untuk Pulang, Sekumpulan Tulisan Persinggahan dan diterbitkan oleh Gramedia. Buku setebal 461 halaman itu merupakan bunga rampai pengalaman perjalanan penulis dari Lumajang, Jawa Timur tersebut, dalam menemukan rumah.

"Ini kumpulan tulisan. Buku ini berbeda dari sebelumnya yang nyambung, buku ini kumpulan cerita dari perjalanan yang berbeda-beda," kata Agustinus dalam perbincangan dengan detikTravel.

"Tulisan-tulisan dalam buku ini sudah diterbitkan di majalah, dan blog, namun ada yang baru, bukan sekadar mengumpulkan dari yang sudah terbit," dia menjelaskan.

Nah, justru karena merangkum kisah dari perjalanan yang berbeda-beda, baik destinasi ataupun waktunya, penulis Garis Batas, Selimut Debu, dan Titik Nol itu menjamin buku tersebut spesial.

"Istimewanya, buku ini merupakan kumpulan cerita dari berbagai tempat. Aku mengurutkan alur yang membawa kita memahami perjalanan, bukan cuma dari sisi fisik, namun secara spiritual," kata Agustinus.

"Ini sebuah bunga rampai, namun ada keterikatan satu sama lain. Kalau pembaca yang teliti, ada fragmen mozaik dalam buku ini, di bagian sebelumnya aku melempar misteri yang akan dijawab ke tulisan selanjutnya," dia menerangkan.

Agustinus WibowoAgustinus Wibowo Foto: dok. pribadi

Dalam buku tersebut Agustinus mengisahkan soal mencari Tanah Air. Bukan hanya tentang dirinya, namun juga kisah traveler lain yang ditemuinya selama perjalanan.

Makanya, dalam buku itu, Agustinus Wibowo membawa pembaca ke berbagai tempat. terbagi dalam empat bab, Agustinus membuka kisahnya dengan mempertanyakan esensi perjalanan. Sudahkah sebuah perjalanan sudah membuat traveler memahami esensi destinasi itu atau justru perjalanan tanpa memahami roh tempat tersebut.

Disusun karena Pandemi virus Corona

Buku Jalan Panjang untuk Pulang Sekumpulan Tulisan Persinggahan itu disusun Agustinus justru saat tengah menulis buku perjalanan lain. Dia membuatnya karena pandemi COVID-19.

"Buku ini dibuat di tengah pandemi yang mengajak pembaca merenungkan kembali tentang perjalanan yang dulu mudah sekarang jadi susah," kata dia.

Alasan itu pula yang membuat Agustinus memilih sampul seorang pria di tengah padang salju di Mongolia. Saat itu, Mongolia sedang mengalami musim dingin ekstrem, zud, hingga banyak ternak mati.

"Itu perjalanan saya ke Mongolia di tahun 2009. Saat itu sedang zud, musim dingin sangat ganas yang suhunya bisa mencapai -60 derajat celcius. Di saat seperti itu, kehangatan rumah dan pulang yang teringat," kata Agustinus.

"Dengan suhu itu, winter menjadi bencana, orang harus survive. Begitu pula saat ini di masa pandemi. Foto itu merepresentasikan pandemi seperti sekarang, namun pada akhirnya semuanya terus berjalan," kata dia.



Simak Video "InstaTalk! Agustinus Wibowo: Cinta Indonesia dari Traveling"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA