Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 21 Jan 2021 13:35 WIB

TRAVEL NEWS

Ini Rahasia Suku Baduy Tahan Pandemi, Masih 0 Kasus Corona di Sana

Bahtiar Rifa'i
detikTravel
Suku Baduy terkenal dengan adatnya yang masih sangat kental. Tinggal di tengah gunung, mereka menjalankan aktifitasnya dengan cara yang sangat tradisional.
Suku Baduy (Foto: Rafida Fauzia/detikcom)
Lebak -

Sejak pandemi COVID-19 pada Maret 2020 lalu datang ke Indonesia, masyarakat adat Baduy yang tinggal di selatan Banten sampai hari ini belum ada satu pun yang terjangkit virus Corona. Mereka punya cara tersendiri untuk tetap terisolasi dan terbebas dari virus.

"Alhamdulillah can aya, ulah aya mudah-mudahan (alhamdulillah belum ada, jangan sampai ada yang terjangkit mudah-mudahan," kata Kepala Desa Kanekes Jaro Saija saat berbincang dengan detikTravel, Lebak, Kamis (21/1/2021).

Memang, begitu pemerintah mengumumkan ada pandemi penyakit akibat corona, pimpinan adat langsung melakukan ritual untuk menangkal virus agar tidak datang ke daerah Kanekes. Doa-doa dan permintaan agar mereka terlindung dari virus bahkan dilakukan oleh tiga pimpinan adat langsung.

"Di Baduy eta mulai sebatna awal nyaho, Tangtu Tilu Jaro Tujuh aya ritual, didoakeun ku Tangtu Tilu para Puun ngadoa (Begitu Baduy tahu ada pandemi, Tangtu Tilu Jaro Tujuh mengadakan ritual, Tantu Tilu dan Puun berdoa," ujarnya menggunakan bahasa Sunda.

Selain berbagai ritual, anjuran pemerintah juga dilaksanakan oleh warga adat. Meski jadi destinasi unggulan Lebak, wisata di sana kemudian ditutup. Kemudian, warga Baduy yang ada di luar daerah diminta untuk pulang ke Kanekes untuk melindungi mereka agar tidak terjangkit.

"Wisata ditutup, eta sapuluh bulan ka ayena, tapi biarpun ada yang memaksakan ke Baduy yang penting sehat, harus bawa aturan dari kesehatan, kami menegaskan untuk itu," ujarnya.

Di samping ada ritual, pengetatan protokol kesehatan, kebiasaan warga untuk tetap bertani, mengkonsumsi ramuan tradisional juga membantu mereka masih bebas dari virus. Tidak ada warga Baduy yang tidak bekerja khususnya dalam keahlian mereka bertani dan bercocok tanam seperti jahe, kencur di tengah hutan.

"Soalnya di sini tetap kerja, biasa kudu gawe ka leuweung (kerja ke hutan) menjaga kasehatan," pungkasnya.

Bagi wisatawan, Baduy dikenal dengan sebutan Orang Kanekes. Penduduk Baduy menempati wilayah di selatan Banten di Kabupaten Lebak. Masyarakat adat ini dibagi antara Baduy Dalam dan Baduy Luar.



Simak Video "Pandemi, Netizen Makin Sering Cari soal Ketuhanan di Google"
[Gambas:Video 20detik]
(bri/msl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA