Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 26 Jan 2021 13:44 WIB

TRAVEL NEWS

Taman Nasional Kelimutu Tutup Sementara!

Femi Diah
detikTravel
danau kawah
Danau Kelimutu ditutup sementara. (Pradikta Kusuma/d'Traveler)
Jakarta -

Taman Nasional Kelimutu ditutup sementara untuk aktivitas wisata. Itu menimbang lonjakan jumlah kasus positif COVID-19 di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya Kabupaten Ende.

Penutupan Taman Nasional Kelimutu dilakukan selama 14 hari, mulai 23 Januari hingga 5 Februari 2021. Keputusan itu diumumkan lewat Instagram @tamannasionalkelimutu berdasarkan surat yang ditandatangani Kepala Balai Persada Agussetia Sitepu pada 21 Januari 2021.

[Gambas:Instagram]



Sobat Kelimutu sehubungan peningkatan jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di provinsi NTT dan khususnya di kabupaten Ende dan sekitarnya.

Berdasarkan hal tersebut dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, kami akan melakukan PENUTUPAN KEGIATAN WISATA DI TN KELIMUTU yang akan dilakukan selama 14 (empat belas) hari mulai tanggal 23 Januari - 5 Februari 2021, untuk mencegah penyebaran dan penularan COVID-19 dari aktivitas wisata di Kelimutu. Pembukaan kembali akan dilakukan setelah dilakukan evaluasi lebih lanjut.

Selama penutupan ini akan dilakukan pembersihan areal wisata, penyemprotan desinfektan dan melakukan perbaikan sarana dan prasarana.

Kami memohon maaf agar para sobat Kelimutu dapat memaklumi situasinya.

Ayo mari kita perketat penerapan protokol kesehatan 5 M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan, dan Mengurangi Mobilitas), dan juga Menjaga Imunitas Tubuh serta jangan lupa berdoa ya agar wabah COVID-19 segera mereda dan berakhir.

Danau Kelimutu merupakan salah satu destinasi favorit di Ende, NTT. Danau itu memiliki tiga danau yang berubah-ubah warnanya.

Warna biru atau "Tiwu Nuwa Muri Koo Fai" dipercaya menjadi tempat berkumpul arwah dari orang-orang yang meninggal pada usia muda. Sementara warna merah atau "Tiwu Ata Polo" diyakini sebagai tempat berkumpul arwah dari orang-orang yang semasa hidupnya kerap berbuat jahat.

Sementara itu, di danau berwarna putih atau Tiwu Ata Mbupu merupakan danau yang dipercaya menjadi tempat berkumpulnya arwah para leluhur yang meninggal ketika tua.



Simak Video "Lembut dan Gurih, Menikmati Burgo Sebagai Menu Sarapan Pagi, Palembang"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA