Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 05 Feb 2021 23:27 WIB

TRAVEL NEWS

Cerita Rakyat Nusantara Populer dari Sangkuriang hingga Timun Mas

Lusiana Mustinda
detikTravel
Malin Kundang
Foto: Batu malin Kundang di Padang yang terkenal (Hesti/detikTravel)
Jakarta -

Cerita rakyat nusantara memiliki nilai budaya dengan pesan moral baik tentu bisa diceritakan pada anak-anak. Apa saja ya cerita rakyat yang populer?

Cerita rakyat merupakan cerita masa lampau yang berasal dari masyarakat dan berkembang dalam masyarakat.

Berikut beberapa cerita rakyat paling populer yang perlu diketahui:

1. Cerita rakyat Malin Kundang

Cerita rakyat yang satu ini berasal dari Sumatera Barat. Malin Kundang dikisahkan sebagai seorang anak dengan kondisi keluarga yang serba kekurangan sehingga sang ayah merantau ke kota lain.

Sang ayah tak kunjung pulang hingga Malin dewasa ia memilih untuk merantau dan ditengah perjalanan, kapalnya terdampar di sebuah desa yang subur.

Malin pun sukses dan menjadi kaya raya. Ia kembali ke tana air, namun sayangnya ia berpura-pura tidak mengenali ibunya. Karena hal itulah kemudian sang ibu berdoa "Ya Tuhanku, apabila benar ia adalah anakku maka aku kutuk ia menjadi batu." Saat itu juga angin kencang dan badai menghancurkan kapal Malin dan perlahan Malin berubah menjadi batu karang.

2. Cerita rakyat Timun Mas

Cerita rakyat ini menceritakan tentang seorang janda tua bernama Sarni. Suatu hari ia ke hutan untuk mencari kayu dan bertemu dengan raksasa yang menginginkan seorang anak untuk disantapnya.

Lalu Sarni mengatakan ia tidak memiliki anak sehingga raksasa memberikan biji timun dan mengatakan bahwa ia akan memiliki anak nantinya. Dan Sarni harus memberikan anaknya saat berusia 6 tahun.

Setelah 2 minggu kemudian, salah satu mentimun tersebut terlihat sangat besar. Sarni membelahnya dan menemukan seorang bayi perempuan. Ia akhirnya hidup dengan anak perempuan berparas cantik bernama Timun Mas. Suatu hari, raksasa datang untuk menagih janji dan Sarni mencegahnya dengan beralasan semakin dewasa maka akan semakin enak rasanya. Raksasa akhirnya menyetujui pernyataan Sarni.

Saat itu, Sarni bermimpi bahwa anaknya, Timun Mas diminta untuk menemui petapa di gunung dan Timun Mas akhirnya menemui petapa dan mendapatkan empat buah bungkusan kecil berupa biji mentimun, jarum, garam, dan terasi. Timun Mas diminta untuk melemparkan satu per satu apabila dikejar oleh raksasa. Ketika raksasa kembali untuk mengambil Timun Mas, Sarni pun menawarkan untuk disantap karena tidak mau kehilangan anak yang telah dibesarkannya.

Raksasa akhirnya mengejar Timun Mas dan Timun Mas mengikuti saran petapa untuk melempar biji timun. Pada lemparan pertama sang raksasa mengalami kendala lilitan tanaman timun. Kedua, ia menabur jarum yang tumbuh menjadi pohon bambu tajam dan tinggi, setelah itu menabur garam dan muncullah lautan. Sayangnya, raksasa masih mengejarnya hingga Timun Mas melempar bungkusan terakhirnya. Dia pun selamat dari lautan lumpur mendidih yang menjerat raksasa.

3. Ceria rakyat Sangkuriang

Ceria rakyat ini merupakan asal usul dari Tangkuban Perahu. Diceritakan zaman dulu hiduplah seorang ibu bernama Dayang Sumbi yang tinggal bersama anaknya bernama Sangkuriang.

Sebelum hidup bersama anaknya, Dayang sumbi menikah dengan titisan dewa yang telah dikutuk menjadi hewan dan dibuang ke bumi. Tanpa disadari mereka hidup bertiga bersama suami Dayang Sumbi dan ayah dari Sangkuriang adalah anjing yang hidup bersamanya bernama Tumang.

Suatu hari, Sangkuriang diminta oleh Dayang Sumbi untuk mencarikan kijang karena ingin memakan hati kijang. Sangkuriang ditemani si Tumang berburu ke hutan untuk mendapakan kijang.

Sangkuriang memerintahkan anjing piaraannya untuk mengejar kijang akan tetapi anehnya anjing tersebut menolak untuk mengejar kijang. Sangkuriang pun marah dan mengatakan "Jika engkau tetap tidak menuruti perintahku, niscaya aku akan membunuhmu."

Ancaman tersebut tidak dipedulikan si Tumang yang membuat Sangkuriang semakin kesal dan marah. Sangkuriang pun akhirnya membunuh Tumang dan mengambil hati anjing itu untuk diberikan kepada Dayang Sumbi

Saat tahu, Dayang Sumbi Pun murka dan mengusir Sangkuriang. Menyesal telah mengusir anaknya permintaan maaf itu diterima oleh dewa dan Dayang Sumbi dianugerahi kecantikan abadi.

Saat bertemu dengan Dayang Sumbi, Sangkuriangpun jatuh cinta dan tak menyangka seorang wanita yang ia cintai adalah ibu kandungnya sendiri. Untuk menghentikan permintaan Sangkuriang, Dayang Sumbi memberikan syarat yaitu membuat bendungan sungai Citarum dan di dalam danau tersebut terdapat perahu besar.

Dayang Sumbi kemudian mencari cara untuk menggagalkan pekerjaan Sangkuriang dengan memaksa ayam berkokok sehingga jin yang membantu Sangkuriang pun berhenti. Merasa dicurangi, Sangkuriang pun menjebol bendungan di Sanghyang Tikoro kemudian aluran sungai Citarum dilemparkannya ke arah timur hingga menjadi gunung Manglayang. Air yang semula memenuhi danaupun surut.

Perahu menjelma menjadi Tangkuban Perahu dan bukit menjadi tempat menghilangnya Dayang Sumbi menjelma menjadi gunung Putri.

4. Cerita rakyat Telaga Bidadari

Di sebuah telaga dihuni oleh laki-laki tampan bernama Awang Sukma. Ia hidup seorang diri dan gemar mencari burung. Tapi, suatu hari suasana sepi dan tak ada satu pun burung yang hinggap.

Suatu hari, ia mendengar suara gemuruh orang sedang bercakap-cakap yang ternyata berasal dari 7 bidadari yang sedang bermain air di telaga. Awan pun menuju telaga dan mengambil salah satu pakaian dari bidadari tersebut. Saat mereka akan pulang, seorang bidadari terlihat gelisah karena tidak menemukan pakaiannya. Awan pun mendekati dan menawarkan untuk tinggal di rumahnya hingga akhirnya mereka menikah dan dikaruniai seorang anak bernama Kumalasari. Rahasia pun terbongkar dan akhirnya sang bidadari memilih kembali ke dunia khayangan menyusul kakak-kakanya.

Itulah beberapa kumpulan cerita rakyat yang populer di Indonesia.



Simak Video "Potret Moeldoko Saat Disuntik Vaksin Nusantara oleh Terawan"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/erd)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA