Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 05 Feb 2021 21:59 WIB

TRAVEL NEWS

Keren, Kain Endek Bali Dikirim ke Prancis untuk Dior

Tim detikcom
detikTravel
PARIS, FRANCE - SEPTEMBER 29: A model walks the runway during the Dior Womenswear Spring/Summer 2021 show as part of Paris Fashion Week on September 29, 2020 in Paris, France. (Photo by Pascal Le Segretain/Getty Images)
Kain endek yang digunakan Dior Foto: Getty Images/Pascal Le Segretain
Denpasar -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali bekerja sama dengan rumah mode asal Paris, Prancis, Christian Dior, dalam penggunaan kain tenun endek. Bali sudah mengirimkan kain endek sebanyak 843,7 meter.

"Kiriman terakhir 14 Januari 2021, 843,7 meter dari lima warna," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Disperindag Provinsi Bali, I Wayan Jarta saat dihubungi detikcom, Jumat (5/2/2021).

Pengiriman kain endek tersebut dilakukan secara bertahap sejak Desember 2020. Dior melakukan pre-order kepada vendor CV. Puri Bintang Denpasar. Pihak vendor menerima pre-order tersebut pada 16 Desember 2020.

"Sampai saat ini PO yang diterima seperti itu dan astungkara dalam waktu yang relatif singkat dapat dipenuhi. Bila ada perkembangan PO dari (Christian) Dior seiring perkembangan produk dan design dari Dior pada musim berikutnya akan kita tindaklanjuti," kata Jarta.

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, pihaknya memang sudah bekerja sama dengan pihak Christian Dior yang ditandai dengan Penerbitan Surat Minat (Letter of Intent/LoI) beberapa minggu yang lalu. Pada 11 Februari mendatang pihaknya akan menandatangani nota kesempatan (memorandum of understanding/MoU).

"Produknya sudah dikirim ke sana kain endek ini. Dipakai oleh Christian Dior sebagai busana tahun 2021. Dan juga motifnya digunakan untuk tas dan sepatu," kata mantan anggota Komisi X DPR RI itu.

Koster menegaskan, kerjasama yang pihaknya lakukan dengan Christian Dior dilakukan dengan menjaga prinsip kewibawaan Indonesia, khususnya Bali. Ia mengaku tidak bersedia menegosiasikan berbagai hal yang prinsip untuk pelestarian endek.

"Jadi yang dipakai oleh (Christian) Dior itu adalah endek yang dibuat secara tradisional di Bali. Hand made, limited edition. Karena diproduksi di industri kerajinan rakyat langsung di masyarakat. Tidak boleh menggunakan endek produk dari luar Bali. Harus yang betul-betul diproduksi di Bali, digeluti langsung oleh penenun Bali," kata dia.

Koster berharap, dengan demikian kain endek Bali ini benar-benar terjaga sebagai warisan dan bisa diberdayakan sebagai sumber perekonomian masyarakat.

Setelah bekerja sama dengan Christian Dior, pihaknya di Pemprov Bali akan menggunakan endek sebagai busana harian. Hal ini rencananya akan ditetapkan melalui surat edaran gubernur yang akan dikeluarkan pada 11 Februari mendatang.

Sementara itu Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI, Yasonna Hamonangan Laoly menilai, langkah Gubernur Bali yang bekerja sama dengan Dior memakai kain endek produksi Bali sangat bagus. Hal itu bisa turut menghidupkan ekonomi daerah.

"Masyarakat adat dengan Bali yang kecil bisa menembus pasar dunia dengan nama yang sangat terkenal," kata Yassona.

Direktur Jenderal (Dirjen) Hak Kekayaan Intelektual, Kemenkumham RI, Freddy Harris mengungkapkan, kain tenun endek begitu sakral di Bali dan digunakan oleh Christian Dior yang begitu mendunia. "Christian Dior boleh mendunia, tetapi Bali juga mendunia," kata Freddy.



Simak Video "Polisi Bekuk Pelaku Pencabulan Siswi 15 Tahun di Makassar"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA