Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 08 Feb 2021 17:32 WIB

TRAVEL NEWS

Belum Ada Subsidi Lagi, Tiket Pesawat Kembali Normal

CNBC Indonesia
detikTravel
Kini, persyaratan penerbangan dari dan ke Bali semakin mudah. Mulai 5 Juli 2020 lalu, calon penumpang cukup surat keterangan bebas corona dari rapid test.
Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana melanjutkan subsidi tiket pesawat bagi penumpang atau Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) atau PSC atau airport tax di tahun ini. Upaya ini sebagai salah satu bantuan untuk menggerakkan industri penerbangan dari pemerintah.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto mengatakan kebijakan ini untuk mengatasi kondisi airlines yang tertekan berat pandemi. Pada 2020 lalu Kemenhub menganggarkan Rp 200 miliar untuk subsidi penumpang, begitu juga akan dianggarkan tahun ini.

"Di 2021 kita memasukkan usulan ini diperpanjang untuk subsidi penumpang. Sehingga penerbangan domestik tetap bisa survive. Load factor dipertahankan. masyarakat terstimulasi imbasnya airlines dapat keuangan yang lebih baik," katanya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi V, Senin (8/1/2021) seperti dikutip dari CNBCIndonesia.

Sementara untuk subsidi langsung kepada maskapai belum ada tahun ini. Pertimbangannya ada perusahaan BUMN dan swasta yang berada di sektor ini.

"Subsidi langsung ke airlines belum ada solusi, BUMN ada langkah sendiri tentunya. Swasta kita belum ada mekanisme dari government ke private apa subsidinya. Tapi saat ini yang kita jalankan seperti subsidi penumpang, membeli block seat, ataupun melakukan perintis itu lakukan," katanya.

Dia menjelaskan anggaran stimulus subsidi penumpang di 2020 sebesar Rp 280 miliar terbukti meningkatkan load factor penumpang di 2020 lebih baik. Dari catatannya menaikkan 60% performance penerbangan. Namun, pada Januari - Februari 2021 kembali turun.

Dari paparan, Kemenhub telah merealisasikan PSC senilai Rp 255,19 miliar hingga akhir Desember 2020, telah terserap oleh penumpang di 13 bandara. Besaran PSC berbeda di masing-masing bandara di Indonesia.

Pada 2021 maskapai kembali memberlakukan tarif normal di luar insentif PJP2U karena insentif berakhir di Desember 2020 lalu. Perpanjangan stimulus subsidi tiket pesawat belum dilakukan oleh pemerintah tapi kembali dipertimbangkan pada 2021.



Simak Video "Kemenhub Larang Semua Moda Transportasi Beroperasi 6-17 Mei"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA