Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 10 Feb 2021 14:57 WIB

TRAVEL NEWS

Tahun Ini Gelaran Imlek di Yogyakarta Hanya Lewat Virtual

Ilustrasi
Ilustrasi Imlek (Thinkstock)
Yogyakarta -

Imlek sudah di depan mata. Untuk mencegah penularan Covid-19, Pemerintah Yogyakarta sepakat untuk lakukan Imlek lewat virtual saja.

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) memastikan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) yang rutin digelar saat perayaan tahun baru Imlek di Kampung Ketandan, Kota Yogyakarta digelar secara daring.

"Tidak ada event khusus kecuali PBTY yang akan digelar secara virtual," kata Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo saat ditemui di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kantor Gubernur DIY, Kemantren Danurejan, Kota Yogyakarta, Rabu (10/2/2021).

Pasalnya, berkaca dari PBTY tahun lalu dijejali banyak orang. Oleh karena itu pihaknya meminta kepada panitia penyelenggara agar menggelar PBTY secara daring.

"Tetapi tidak di hari itu (saat Imlek) tapi di akhir Februari secara virtual," ucapnya.

Terkait screening terhadap orang yang masuk ke Yogyakarta, Singgih tidak mempermasalahkannya. Mengingat semua itu semata-mata untuk menekan laju kasus baru COVID-19 di DIY.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih RaharjoKepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo Foto: (Pradito Rida Pertana/detikcom)

"Dengan ada pembatasan seperti ini tidak begitu mengkhawatirkan karena juga pak gubernur menyampaikan ada sampling secara acak dari Satpol PP dan Dishub," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) akan mengambil sampel pengendara di perbatasan DIY akhir pekan ini. Semua itu untuk memastikan pengendara memiliki surat hasil rapid test antigen negatif, dan menekan laju kasus positif di DIY.

"(Pemeriksaan syarat surat hasil test antigen terhadap pengendara di perbatasan) Secara acak untuk sampel," Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X saat ditemui di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kantor Gubernur DIY, Kemantren Danurejan, Kota Yogyakarta, Selasa (9/2/2021).

Ngarsa dalem menyebut semua itu dilakukan untuk menekan laju kasus baru COVID-19 di DIY. Terlebih akhir pekan ini akan lebih panjang karena ada perayaan imlek hari Jumat (12/2/2021).

"Ya kalau memang dia (pendatang) positif (COVID-19) ya kalau saya ya tidak boleh masuk (DIY). Karena nanti hanya akan menimbulkan masalah baru," ucapnya.

"Kalau seperti itu nanti kita dimasuki terus (sama pendatang positif COVID-19), karena bagaimana pun dulu Yogya itu kalau lingkungannya (Kabupaten/Kota) merah ya jangan jadi (zona) merah," imbuh Ngarsa Dalem.

Sementara itu, Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan bahwa pengambilan sampel secara acak bagi pendatang adalah implementasi SE Nomor 7 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri dalam Masa Pandemi COVID-19. Namun, nantinya tidak semua pengendara dicegat saat berada di perbatasan.

"Sebetulnya kan ada SE BNPB, Kasatgas yang menyebutkan nanti pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten akan bersama-sama melakukan sample acak," katanya saat ditemui di Kompleks Kepatihan.

"Bukan pencegatan pengendara karena nanti macet dan jumlah SDM belum memadai. Jadi sporadis saja sifatnya dan mulai dilakukan Kamis sore atau hari Jumat besok," imbuh Aji.

Akan tetapi, untuk pendatang yang kedapatan tidak mengantongi surat hasil rapid antigen pihaknya tidak menyediakan rapid antigen gratis di lokasi. Aji menyebut pendatang harus melakukan test sendiri di Fasyankes terdekat.

"Kita tidak sediakan test di tempat (test antigen), jadi silakan test di tempat terdekat. Dan kalau tidak bawa (surat bebas COVID-19) silakan balik (putar arah)," ujarnya.



Simak Video "Plesiran di Yogyakarta Wajib Bawa Surat Bebas Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA