Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 12 Feb 2021 06:41 WIB

TRAVEL NEWS

7 Fakta Tahun Baru Imlek: Kenapa Pakai Baju Merah?

Femi Diah
detikTravel
Togetherness celebrating chinese new year
Ilustrasi perayaan tahun baru Imlek (Getty Images/Marcus Chung)
Jakarta -

Tahun baru Imlek tahun ini mulai pada Jumat (12/2/2021). Berikut faktanya.

Tahun baru Imlek kali ini bakal berbeda dengan adanya pandemi virus Corona. Mayoritas daerah telah mengumumkan untuk menggelar pesta secara virtual.

Biasanya, Imlek menjadi momen mudik warga Tionghoa. Bahkan, disebut sebagai pemicu mobilitas manusia tertinggi. Tapi tahun ini tampaknya tidak akan sama karena adanya pandemi virus Corona yang membatasi pergerakan bahkan antarkota.

Pemerintah China bahkan mengimbau warganya untuk tidak mudik karena COVID-19. Sampai-sampai, perantauan ditawari insentif atau liburan gratis di kota tinggal.

Selain itu, ada sejumlah fakta lain tentang tahun baru Imlek. Berikut faktanya:

1. Musim Semi

Tahun baru Imlek tentu saja menandai pergantian tahun. Dalam bahasa Hokkian, Imlek terdiri atas im yang berarti bulan dan lek yang bermakna kalender. Selain itu, tahun baru Imlek merupakan perayaan musim semi setelah musim dingin usai.

2. Migrasi Musiman Terbesar di Dunia

Tahun baru Imlek boleh dibilang sebagai migrasi musiman manusia terbesar di dunia. Setidaknya ada 3,2 miliar perjalanan di seluruh dunia dalam tempo enam pekan.

3. Baju Warna Merah

Warna merah menjadi salah satu perlengkapan wajib saat Tahun Baru Imlek. Bagi Tionghoa, memakai baju warna merah melambangkan keberuntungan sekaligus kehidupan dan menggambarkan kegembiraan.

Baju warna merah itu juga menyimbolkan kehidupan manusia seperti kembali baru. Warna itu dipercaya menakuti roh-roh dan nasib buruk.

Pemilihan warna merah pada saat Tahun Baru Imlek itu sudah terjadi selama lebih dari 2.000 tahun.

Ikan Bandeng Sajian Wajib Imlek, Ini Makna dan Cara MakannyaBaju merah pilihan sata Imlek. Foto: Getty Images/iStockphoto/FamVeld

Selain baju, warna merah juga digunakan pada ang pao. Angpao atau hong bao berarti amplop merah, simbol berbagi rezeki. Angpao wajib diberikan orang tua atau kepada anaknya yang belum menikah.

4. Dirayakan Selama 15 hari

Perayaan Tahun Baru Imlek biasanya dimulai pada malam sebelum bulan baru. Perayaan berakhir pada malam bulan purnama 15 hari kemudian atau Cap Go Meh.

5. Tanggalnya Berubah Setiap Tahun

Berbeda dengan tahun baru Masehi, yang dipengaruhi revolusi matahari dan diperingati setiap 1 Januari, Imlek jatuh pada periode akhir Januari hingga pertengahan Februari alias berbeda-beda setiap tahun.

Perhitungan kalender China mengikuti perjalanan (revolusi) bulan mengorbit bumi serta dipengaruhi revolusi bumi terhadap matahari. Karena itulah, tanggal perayaan Imlek berubah setiap tahun.

6. Kimsin

Kimsin adalah ritual pembersihan rupang yang dilakukan setiap tahun. Rupang adalah patung dewa dewi yang dipercayai oleh masyarakat Tionghoa.

Itu dilakukan untuk menghargai dewa dewi yang turun dari langit.

7. Jeruk, Mi, dan Bandeng

Jeruk selalu ada di antara hidangan pada tahun baru Imlek. Rupanya jeruk dianggap pembawa rejeki.

Ikan Bandeng Sajian Wajib Imlek, Ini Makna dan Cara MakannyaIkan bandeng Sajian sajian wajib saat Imlek Foto: Getty Images/iStockphoto/FamVeld

Dalam bahasa mandarin jeruk disebut 'chi zhe', 'chi' artinya rezeki dan 'zhe' berarti buah. Jadi jika digabungkan, jeruk memiliki arti buah pembawa rezeki.

Senada, bandeng yang ada pada hidangan warga Tionghoa di Jakarta saat Imlek juga dianggap sebagai pembawa rejeki. Ikan dalam bahasa mandarin memiliki bunyi mirip yu yang berarti rejeki.

Sementara itu, mi panjang memiliki makna lain. Mi panjang atau siu mie dipercaya sebagai simbol umur panjang.



Simak Video "Sambut Tahun Baru Imlek, Warga Solo Berpakaian Adat"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA