Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 15 Feb 2021 12:49 WIB

TRAVEL NEWS

Libur Imlek, Wisatawan ke Bantul Capai 20 Ribu Orang

Objek wisata Pantai Parangtritis, Bantul, DIY, Jumat (20/12/2019).
Salah satu wisata Bantul, Pantai Parangtritis. Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Bantul -

Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bantul menyebut selama libur panjang tahun baru Cina atau Imlek ada sekitar 20 ribu orang berwisata di Bantul. Jumlah itu meningkat dibandingkan pekan sebelumnya saat pengetatan secara terbatas kegiatan masyarakat (PTKM).

Sekretaris Dispar Kabupaten Bantul Annihayah mencatat pada tanggal 12 Februari 2021 ada 4.957 wisatawan, kemudian tanggal 13 ada 5.982 orang, dan tanggal 14 ada 9.627 orang. Angka itu di luar prediksi dengan selama libur panjang jumlah kunjungan hanya akan mencapai sekitar 5 ribu orang.

Selama libur panjang Imlek, total ada 20.030 kunjungan wisata. Dari sisi pendapatan selama tiga hari itu, Bantul meraup Rp 195.132.500.

"Jadi ada peningkatan ya, kalau kemarin saya bilang selama weekend 3 hari 5 ribu ternyata tidak. Karena hari pertama 4 ribu, 5 dan 8 ribu," kata Annihayah kepada detikcom, Senin (15/2/2021).

"Jadi kunjungan selama libur event imlek selama 3 hari (12-14 Februari 2021) mengalami kenaikan dibandingkan pada liburan akhir pekan sebelumnya pada masa PPKM. Untuk kenaikan sekitar 93,99 persen," Anni menambahkan.

Selama perpanjangan PPKM, kunjungan wisata Bantul memang mengalami penurunan. Yakni, mencapai sekitar 46,4 persen per hari pada hari biasa dan 46,35 persen untuk weekend. Rata-rata kunjungan per hari sebelum PPKM per hari 2.250 orang, kemudian setelah diberlakukan PPKM rata-rata per hari 1.200 untuk hari biasa sedangkan untuk weekend rata-rata setelah PPKM 8.900 orang.

"Pengunjung paling banyak tetap didominasi di kawasan Parangtritis, baru seperti di Pantai Goa Cemara dan lainnya," ujarnya.

Anni menambahkan selama long weekend pada tahun baru Imlek itu Bantul menerapkan pemeriksaan surat hasil antigen. Fakta di lapangan mayoritas wisatawan datang sebelum pemeriksaan antigen berlangsung.

"Soalnya pemeriksaan antigen jam-jam kerja yakni jam 9-11, dan wisatawan biasanya datang malam dan pagi sekalian. Karena itu masih bisa masuk, terutama dari Jawa Tengah," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Dinas Pariwisata (Dispar) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebut ada ratusan tempat wisata yang buka selama pengetatan secara terbatas kegiatan masyarakat (PTKM) ketiga ini. Namun, Dispar membatasi jam operasional hingga wajibkan wisatawan miliki surat bebas COVID-19.

"Jadi di lima Kabupaten/Kota se-DIY masih ada 104 destinasi (yang beroperasi selama PTKM), dari total 200 lebih destinasi yang beroperasi (selama pandemi COVID-19)," kata Kepala Dispar DIY Singgih Raharjo saat ditemui di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kantor Gubernur DIY, Kemantren Danurejan, Kota Yogyakarta, Rabu (10/2/2021).

Namun, Singgih menyebut teknis kunjungan wisata di Yogyakarta selama PTKM ini merujuk Instruksi Gubernur DIY nomor 5 tahun 2021 tentang PPKM Mikro. Selain itu, pelaku perjalanan khususnya luar Yogyakarta wajib memiliki surat hasil rapid antigen negatif.

"Namun segala ketentuan soal PPKM dalam mencegah penularan COVID-19 tetap diterapkan di semua destinasi, salah satunya membatasi jumlah kunjungan wisatawan, juga durasi kunjungannya," kata dia.



Simak Video "Arus Kendaraan di Tol Cipularang Terpantau Ramai-Lancar Malam Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/pin)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA