Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 21 Feb 2021 16:05 WIB

TRAVEL NEWS

Australia Masih Terapkan Karantina Meski Turis Sudah Divaksin?

Sydney
Ilustrasi Australia (Foto: Tourism Australia)
Jakarta -

Turis yang sudah divaksin Corona mungkin masih harus menjalani karantina ketika tiba di Australia. Otoritas setempat ingin meningkatkan protokol kesehatan bagi pendatang.

Mengutip pemberitaan Lonely Planet, Rabu (17/2/2021), pemerintah Australia berencana untuk meningkatkan lagi batasannya pada tiap kedatangan dari luar negeri. Traveler harus menjalani karantina hotel wajib selama dua minggu dengan biaya sendiri.

Kepala petugas medis negara itu, Paul Kelly, mengaitkan keputusan ini dengan apa yang dia katakan sebagai bukti yang tidak cukup seputar kemampuan vaksin untuk membatasi penularan virus.

Peluncuran vaksin di negara tersebut diharapkan akan dimulai pada akhir bulan. Saat ini, sebagian besar non-warga negara dilarang memasuki Australia yang merupakan pukulan bagi industri pariwisata.

Ada batasan ketat mengenai berapa banyak penduduk Australia yang dapat kembali setiap hari. Dan, mereka harus melalui masa karantina wajib.

Kehati-hatian tersebut dapat dimengerti. Karena, meskipun sistem karantina hotel terbukti sangat efektif dalam menahan penyebaran virus, beberapa kasus lokal yang terisolasi muncul dari kebocoran karantina hotel.

Dalam kasus ini, ada staf hotel tertular virus. Ada juga beberapa kasus menular melalui udara hingga terbawa ke masyarakat Australia.

Situasi ini telah menyebabkan kebijakan lockdown singkat di Brisbane, Melbourne, dan Perth. Meningkatnya orang yang datang dengan jenis virus yang lebih ganas juga menjadi perhatian.

Perdana Menteri negara bagian Victoria, Dan Andrews, mengatakan bahwa jenis hiper infeksius yang muncul terbukti sangat sulit untuk dikendalikan.

Perdana Menteri negara itu, Scott Morrison, mengatakan bahwa Australia akan memperbanyak daya tampung kapasitas di kamp karantina Pedalaman yang dikelola pemerintah.

Kebijakan ini diharapkan akan mengurangi risiko penularan ke daerah perkotaan yang padat. Tiga lokasi terpencil yang dapat digunakan juga telah diidentifikasi.

Namun, pemerintah Australia juga mengakui bahwa mengangkut traveler ke fasilitas ini dapat menimbulkan risiko. Kebijakan pengujian yang lebih sering dan lebih lama pada kedatangan sedang dipertimbangkan.



Simak Video "Kebakaran Hutan di Australia Mengancam Warga"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA