Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 27 Feb 2021 23:05 WIB

TRAVEL NEWS

Melihat Istana Terbang Diktator Libya, Kini Teronggok di Balik Semak

Airbus A340-200 private jet Muammar Khadafi
Airbus A340-200 private jet Muammar Khadafi (Foto: CNN)
Paris -

Nasib kurang baik menimpa pesawat kepresidenan diktator Libya, Muammar Khadafi. Jet pribadinya kini teronggok berdebu di balik semak.

Melansir pemberitaan CNN, Sabtu (27/2/2021), pasukan pemberontak yang menguasai bandara negara itu merebut hadiah utama. Mereka telah menguasai salah satu simbol kekuasaannya yang paling mencolok, Airbus A340-200.

Pesawat bermesin empat ini memang sempat dihujani peluru tetapi bagian dalamnya masih utuh. Jurnalis asing segera diundang untuk melihatnya sendiri.

Satu demi satu, kamar-kamar terdalam pesawat kepresidenan Libya, yang saat itu ditempati oleh milisi pemberontak Kalashnikov, diungkap rahasianya. Ada bak mandi air panas, bioskop pribadi, kamar tidur utama berlapis cermin, dan banyak lagi.

Dari luar, Airbus A340-200 tampak seperti pesawat lain dari maskapai penerbangan Libya, Afriqiyah Airways. Jet pribadi ini memang sangat pas dijuluki istana terbang Khadafi.

Istana terbang Khadafi daur ulang

Nasib pesawat kepresidenan yang mewah membuat otoritas baru Libya kebingungan dengan segera. Mereka tak tahu apa yang harus dilakukan dengan pesawat yang sangat terkait dengan ekses mendiang diktatornya?

Salah satu pilihan adalah melepas interior VIP private jet dan mengubahnya menjadi pesawat biasa.

Airbus A340-200 private jet Muammar KhadafiPemberontak di dalam Airbus A340-200 private jet Muammar Khadafi (Foto: CNN)

Hal demikian juga terjadi pada pesawat kepresidenan A340 Tunisia, Zainal Abidin bin Ali . Ia digulingkan dalam gelombang revolusi yang mengguncang dunia Arab pada tahun 2011, lalu pesawatnya dijual ke Turkish Airlines.

Pesawat Gadhafi masih ada tidak bernasib demikian. Kini, pesawat itu membutuhkan perbaikan yang ekstensif dan menyeluruh.

Itu sebabnya, pada tahun 2012, pesawat bekas kepresidenan, dengan registrasi 5A-ONE, diterbangkan ke fasilitas EAS Industries (sekarang Sabena Technics).

Firma ini ahli dalam merawat dan memperbaiki pesawat dan merupakan subkontraktor dari Air France yang berbasis di Perpignan, di selatan Prancis.

Tidak seperti pesawat lain yang terjebak dalam baku tembak tahun 2011 di bandara Tripoli dan harus dibumihanguskan, A340 milik Khadafi tetap layak terbang.

Namun, kerusakan yang dideritanya selama pertempuran di bandara cukup serius. Sehingga, jet pribadi Khadafi ini harus menempuh perjalanan sejauh 900 mil ke Prancis.

Pesawat A340-200 Khadafi harus diterbangkan pada sepertiga dari ketinggian jelajah normal. Roda pendaratannya pun tidak dapat ditarik ke dalam sama sekali.

Airbus A340-200 private jet Muammar KhadafiAirbus A340-200 private jet Muammar Khadafi (Foto: CNN)

Tuntutan dan keruwetan hukum timpa jet pribadi Muammar Khadafi

Begitu sampai di Prancis, pesawat itu diperbaiki dan dicat ulang.

Warna lama Afriqiyah '9999', yang memperingati deklarasi resolusi untuk mendirikan Uni Afrika pada tanggal 9 September 1999 dihilangkan. Tulisan itu diganti dengan bendera Libya.

Pada 2013, pesawat itu siap terbang lagi, tetapi alih-alih memasuki layanan komersial, ia dipertahankan oleh pemerintah Libya untuk digunakan sendiri.

Tur yang berumur pendek, karena dengan situasi keamanan yang memburuk di Libya, pada Maret 2014, 5A-ONE kembali ke Perpignan.

Namun kali ini, kedatangannya di tanah Prancis menandai dimulainya keruwetan yudisial internasional yang membuat Airbus Khadafi tidak dapat beroperasi hingga hari ini.

Tuntutan hukum dan kontroversi sepertinya mengikuti badan jet pribadi Muammar Khadafi ini kemanapun dia pergi.



Simak Video "Pesawat Kecil Mendarat Darurat di Jalan Raya"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA