Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 05 Mar 2021 16:26 WIB

TRAVEL NEWS

Varian Baru Virus Corona dari Inggris dan Lainnya

Tim detikcom
detikTravel
B.1.1.7, Mutation, Coronavirus, England, B117
Foto: Getty Images/iStockphoto/Malik Evren/Varian Baru Virus Corona dari Inggris dan Lainnya
Jakarta -

Varian baru virus Corona dari Inggris menghebohkan masyarakat dunia beberapa waktu lalu telah masuk ke Indonesia.

Bagaimana tidak, varian yang dikenal dengan nama B117 ini disebut lebih 'menyeramkan' karena penularannya jauh lebih cepat ketimbang varian sebelumnya.

Buat yang mau travelling, cek dulu informasi penting varian baru virus corona dari Inggris:

1. Lebih Menular

Varian baru virus Corona dari Inggris disebut lebih infeksius atau menular 40 - 70 persen. Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia, Zubairi Djoerban menyebutkan varian ini berkembang biak lebih banyak saat numpang hidup di saluran napas manusia.

Sehingga, virus ini muncul dengan jumlah lebih banyak juga. "Mutan baru ini menyebabkan shedding virus lebih intens. Artinya produksi jumlah virusnya jauh lebih banyak di saluran napas," tulis dalam akun twitternya @ProfesorZubairi. "Hal itu yang menyebabkan penularannya lebih cepat.

Prediksi lain juga menyebutkan, penyebaran varian baru virus baru ini disebabkan interaksi tatap muka atau penularan dalam komunitas.

2. Ditemukan pada September 2020

Varian baru virus corona Inggris ini ditemukan pada September 2020. Dikutip dari USS Today, mutasi virus B117 ditemukan pertama kali di Inggris pada September 2020.

Terhitung sejak September - awal Desember 2020, jenis virus ini jadi penyebab 60 persen kasus aktif COVID-19 di Inggris.

3. Kemungkinan Kebal Vaksin

Menurut sejumlah laporan, gejala yang disebabkan lebih berat sehingga ada kemungkinan, vaksin COVID-19 yang ada tak mempan lawan jenis virus ini.

Akan tetapi peneliti meluruskan, kemampuan vaksin COVID-19 melawan virus B117 masih harus diteliti lebih lanjut. Menurut CDC, belum ada bukti bahwa jenis virus ini lebih berisiko menyebabkan kematian.

Sementara Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia, Zubairi Djoerban berpendapat pemakaian vaksin Pfizer di Inggris terbukti efektif menangkal varian B117.

"Bagaimana Indonesia? Belum ada bukti Sinovac bisa menangkal B.1.1.7. Kita tunggu saja bukti ilmiahnya," tulis Zubairi dalam akun Twitternya.


4. Varian Baru Virus Corona dari Inggris Sudah Masuk di Indonesia

Varian baru virus Corona Inggris B117 yang diyakini 70 persen lebih menular sudah masuk Indonesia. Hal ini diungkap oleh Wakil Menteri Kesehatan RI dr Dante Saksono.

Menurut Dante, ada dua kasus varian Corona dari Inggris.

"Saya mendapatkan informasi bahwa tepat dalam setahun ini kita menemukan mutasi B117 UK mutation di Indonesia," ungkapnya dalam konferensi pers setahun pandemi Corona RI, Selasa (2/3/2021).

Varian baru asal Inggris ini disebutkan terdeteksi di Karawang. Hal ini dikonfirmasi oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Kang Emil).

Kang Emil mengatakan akan berkoordinasi dengan UNPAD untuk mengetahui lebih lanjut terkait protokol kesehatan COVID-19 apakah sama dengan pasien yang tidak teridentifikasi varian baru ini.

5. Cara Antisipasi

Dikutip healthline, Dr Henry Walke dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebutkan cara antisipasi variasi baru virus corona dari Inggris yakni antara lain memakai masker dua lapis, batasi mobilitas seperti mengurangi waktu berbelanja di luar rumah, dan biasakan bekerja di ruangan terbuka (outdoor).

Zubairi Djoerban menyampaikan masyarakat bisa khawatir pada varian baru virus Corona dari Inggris tersebut. Hanya saja tidak perlu panik. "Saya yakin kesadaran masyarakat kita terhadap prokes makin tinggi," katanya.


6. Varian Baru Ada di Negara Lain

Varian Baru Virus Corona bukan hanya ada di Inggris. Sudah ada laporan adanya varian Afrika Selatan, hasil mutasi dari B117. Ada juga varian dari Brasil yakni P1.

Varian baru virus Corona terus bermunculan juga muncul di California, Amerika Serikat (AS). Varian baru Corona ini dikenal sebagai B 1427 atau B 1429 ini pertama kali muncul di California pada musim semi (Maret-Juni) lalu. Tetapi, varian tersebut tidak teridentifikasi lagi sampai kasus virus Corona kembali naik di sana.

Terbaru, dilaporkan adanya varian Rusia. Varian ini bersirkulasi di Inggris, Thailand, dan Swiss sejak awal Desember tahun lalu. Nama resminya adalah B.1.1.317.

Varian baru umumnya memang lebih menular. Namun tidak serta merta bisa diartikan lebih berbahaya.

Intinya, dengan adanya varian baru virus corona dari Inggris, atau dari mana pun, kita harus tetap menjaga protokol kesehatan, guys!



Simak Video "Kamboja Laporkan Kematian Pertama Akibat COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/pal)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA