Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 05 Mar 2021 16:40 WIB

TRAVEL NEWS

Machu Picchu Buka Lagi, tapi Kapasitas Pengunjungnya Hanya 40 Persen

Situs bersejarah, Machu Picchu, kembali dibuka untuk umum. Wisata daya tarik nomor satu di Peru ini membatasi kapasitas pengunjungnya menjadi 30%.
Foto: AP Photo/Martin Mejia
Jakarta -

Setelah tutup karena lockdown, objek wisata populer di Peru, Machu Picchu dibuka lagi. Kapasitas pengunjung dibatasi hanya 40 persen.

Melansir France 24, Machu Piccu telah tutup selama hampir delapan bulan pada tahun 2020. Wisata ini sempat dibuka pada bulan November, namun akhirnya ditutup lagi setelah virus Corona gelombang kedua menerjang Peru.

Kini Machu Piccu kembali menyambut pengunjung. Protokol kesehatan diterapkan secara ketat.

"Setiap hari, 897 orang dapat mengunjungi (Machu Piccu) di bawah protokol kesehatan yang ketat," kata sumber kementerian kebudayaan kepada AFP.

Sektor pariwisata menjadi industri yang paling terkena parah di Peru karena COVID-19. Kawasan itu telah kehilangan USD 1,4 miliar pada tahun 2020 karena kurangnya wisatawan.

"Ada koridor yang aman bagi wisatawan, kami harus mengaktifkan kembali dengan kekuatan besar, tapi secara bertahap dan bertanggung jawab," kata Gubernur wilayah Cusco, di mana Machu Piccu berada.

Wilayah Cusco sendiri telah mencatat hampir 14.400 kasus virus Corona dan 493 kematian. Pemerintah pun masih mengatakan infeksi tetap sangat tinggi.

Sebagian wilayah kota Cusco bergantung pada pariwisata, seperti halnya kota-kota di Sacred Valley yang berisi banyak situs arkeologi dari zaman Inca dan pra-Inca, termasuk Machu Piccu.

Namun kini, Peru telah memutuskan untuk mengakhiri lockdown yang diberlakukan di beberapa wilayah. Ini dilakukan karena berkurangnya kasus penularan virus Corona dan situasi ekonomi yang telah mengkhawatirkan.

Karena itu, Machu Piccu pun yang dianggap sebagai permata pariwisata Peru kembali dibuka. Pada tahun 1983, Machu Piccu ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Sedangkan pada 2017, objek wisata ini menjadi salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia.

Dahulu, benteng yang dibangun pada abad ke 15 tersebut 'ditemukan' oleh penjelajah Amerika Hiram Bingham pada Juli 1911. Meski beberapa penduduk setempat sudah mengetahui keberadaannya.



Simak Video "Aktivitas Warga Peru Setelah Aturan Lockdown Sebulan Dicabut"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA