Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 06 Mar 2021 21:21 WIB

TRAVEL NEWS

Ternyata, Ojol Makanan AirAsia Dibuat Sebelum Pandemi

Bonauli
detikTravel
CEO AirAsia Tony Fernandes
AirAsia ojol makanan (AirAsia)
Jakarta -

AirAsia viral karena buka cabang ojol antar makanan di Singapura. Tenyata ojol makanan ini rencananya sudah ada sejak sebelum pandemi.

Layanan pesan-antar dikembangkan oleh AirAsia. Peluncuran ojol antar makanan AirAsia ini dilakukan pada Selasa (2/3) lalu. Di masa awal, sudah ada 24 gerai makanan dan minuman yang bergabung di platformnya.

Ini adalah penawaran pengiriman gratis selama dua minggu untuk pesanan dalam jarak 8 km. Sejauh ini, AirAsia Food sudah memiliki 500 pengendara dan 300 operator makanan lainnya sedang dalam proses untuk bergabung.

Memang, layanan ini baru bisa dinikmati di Singapura. Nantinya AirAsia Food akan meluncurkannya di Thailand, Indonesia, Filipina sebelum akhir tahun.

Rupanya bisnis e-commerce ini bukanlah strategi sementara di tengah pandemi. Hal ini diungkapkan oleh Veranita Yosephine Sinaga, Direktur Utama AirAsia Indonesia.

"Nah memang di situasi pandemi ini, kita itu meningkatkan effort perkembangan bisnis di segmen digital. Jadi kita tahu bahwa untuk airlines itu kita masih harus menunggu situasi yang kondusif," ujarnya dalam webinar zoom kepada detikTravel.

Vera menambahkan bahwa AirAsia mengupayakan perkembangan yang akselerasi untuk bisnis-bisnis digital yang sudah miliki. Salah satunya adalah e-commerce.

"Air Asia membuka Super app. Super App ini menjadi bagian dari Air Asia, penerbangan hanya sebagian dari AirAsia," lanjutnya.

Super App ini memiliki bermacam-macam bisnis mulai dari travel agent, e-commerce, logistik, loyalty program. Nah, yang hantaran makanan atau food delivery dan juga ecommerce adalah jadi salah satu bentuk usaha AirAsia.

"Baru buka tapi banyak peminatnya. Ini bukan effort yang dijalankan menunggu covid-19. Ini strategic direction yang sudah merupakan direction yang dimiliki oleh AirAsia sebelum pandemi.

Setelah pandemi permintaan untuk produk-produk dalam e-commerce bisa dikatakan meningkat. Karena banyak orang yang tinggal di rumah dan semua kegiatan dilakukan online.

"Sehingga permintaan untuk pengantaran barang, pengantaran makanan, online, e-commerce meningkat. Jadi AirAsia juga tidak mau ketinggalan kesempatan itu," ungkap Vera.



Simak Video "Traveler Keliling Indonesia Cuma Bayar Rp 1,5 Juta di AirAsia"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA