Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Minggu, 14 Mar 2021 13:34 WIB

TRAVEL NEWS

Watu Dakon, Lubang Batu yang Dipercaya Jadi Tempat Pemujaan Arwah Leluhur

Vandi Romadhon
detikTravel
Watu Dakon
Foto: (Vandi Romadhon/detikcom)
Jakarta -

Purbalingga punya situs sejarah yang mungkin jarang orang tau. Batu unik ini lebih dikenal dengan situs cagar budaya Watu Dakon.

Sebongkah batu datar berwarna hitam yang di atasnya terdapat cerukan-cerukan mirip papan permainan congklak atau dakon bertengger di atas tebing Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

Selain bentuknya yang unik, lokasi keberadaan situs tersebut di Desa Onje, Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah bisa dibilang cukup unik. Situs itu berada berada di samping Kedung Pertelu, lokasi di mana tiga aliran sungai yaitu Sungai Paku, Sungai Paingan dan Sungai Tlahab bertemu menjadi satu aliran sungai.

Untuk menuju Watu Dakon, pengunjung harus menaiki tumpukan batu seperti anak tangga.

"Ada dua pendapat yang berkembang mengenai asal usul Watu Dakon. (pendapat) Pertama dimungkinkan dibuat dan digunakan pada saat megalitikum kemudian terus digunakan pada masa peradaban Onje dan pendapat kedua dibuat pada masa peradaban Onje karena di situ ada tempat yang sakral," kata arkeolog Purbalingga Adi Purwanto saat ditemui di rumahnya, Minggu (14/3/2021).

Watu DakonWatu Dakon Foto: (Vandi Romadhon/detikcom)

Menurutnya, adanya pendapat Watu Dakon berasal dari zaman Megalitikum karena orang-orang di masa itu menggunakan batu untuk berbagai keperluan dalam kehidupannya. Mulai dari untuk keperluan sehari-hari sampai pada acara ritual spiritual.

"Megalitikum artinya zaman batu besar, bisa besar secara kebendaan kualitatif atau besar secara kuantitatif atau banyak masyarakat yang menggunakan," katanya.

Namun Adi mengaku lebih yakin bahwa Watu Dakon berasal dari peradaban yang lebih modern. Pendapatnya itu berdasar pada ciri fisik Watu Dakon.

"Kalau saya pribadi meyakini Watu Dakon dibuat masa peradaban Onje yang dikaitkan dengan acara ritual masyarakat, karena ciri fisik dari pahatannya yang cukup halus," kata dia.

Watu DakonWatu Dakon Foto: (Vandi Romadhon/detikcom)

Diwawancara terpisah, sejarawan Purbalingga, Gunanto Eko Saputra, menyampaikan situs serupa dengan Watu Dakon ditemukan juga di sejumlah wilayah lainnya di Indonesia.

"Di daerah Bogor bahkan ada tiga benda seperti itu yaitu situs kebon kopi, batu dakon raden saleh dan batu dakon pasir jaya," ujarnya saat ditemui detikcom pekan ini.

Menurutnya, lubang-lubang pada Watu Dakon berfungsi untuk tempat sesaji ritual. Setiap lubangnya, kata Gunanto berfungsi untuk barang sesaji yang berbeda-beda.

"Dimungkinkan area batu dakon adalah area tempat pemujaan arwah leluhur," kata Gunanto.

Gunanto mengatakan keyakinannya itu diperkuat dengan adanya lokasi Watu Dakon yang ada di tempat seperti punden berundak. Maka menurutnya wajar jika sampai saat ini masih banyak masyarakat yang melakukan ritual di tempat itu.

"Bekas pembakaran kemenyan dan taburan bunga yang sampai saat ini sering dijumpai itu menjadi bukti sampai saat ini Watu Dakon masih digunakan sejumlah masyarakat untuk ritual tertentu," pungkasnya.



Simak Video "Kolam Ombak yang Buat Sulit Beranjak, Purbalingga"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA