Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 18 Mar 2021 06:11 WIB

TRAVEL NEWS

Bikin Onar di Pesawat Gegara Patah Hati, Penumpang Ini Dihukum Kerja Sosial

ilustrasi Air New Zealand
Foto: Ilustrasi Air New Zealand (Air New Zealand/Youtube)
Nelson -

Seorang penumpang pesawat di Selandia Baru divonis bersalah oleh majelis hakim. Dia melecehkan ras kru yang bertugas dan coba melompat keluar dari pesawat.

Ulah barbar Cody Levi Barbarich (27) sungguh bikin kacau penerbangan Air New Zealand yang terbang dari kota Christchurch menuju ke Nelson pada 25 November 2020 lalu. Di penerbangan itu, dia bertindak ugal-ugalan.

Barbarich berteriak menyumpahi pramugari, bertindak rasis kepada petugas, bahkan melompat keluar dari pesawat. Dikumpulkan detikTravel dari beragam sumber, Kamis (18/3/2020), semua berawal ketika Barbarich ditegur oleh pramugari.

Dia diminta untuk mengikuti instruksi keamanan yang sudah diberikan, seperti memakai sabuk pengaman dan melipat meja. Namun Barbarich menolak dan malah jadi bertindak agresif. Dia bahkan berteriak "F*ck off" kepada pramugari.

Pesawat Air New Zealand yang tadinya sudah meninggalkan garbarata pun kembali lagi untuk menurunkan Barbarich yang dianggap sudah kelewatan. Saat itulah Barbarich mencoba melompat keluar dari pesawat begitu pintu dibuka, meski sudah dihalangi oleh petugas.

Tak cuma itu, sewaktu di terminal Barbarich juga melontarkan hinaan yang berbau rasial terhadap kru darat yang bertugas. Dia berteriak menghina ras kru pria itu sebanyak 5 kali.

Barbarich pun diseret ke pengadilan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Di depan majelis hakim, lewat pengacaranya yang bernama Ian Miller, Barbarich beralasan saat itu dia sedang mabuk.

Ditambah lagi saat itu dia sedang putus cinta dengan kekasihnya sehingga menambah beban pikirannya. Barbarich pun mengakui semua kesalahannya dan tidak menjadikan itu sebagai alasan.

Soal tindakan rasis, Ian Miller membela Barbarich. Menurut Miller, Barbarich pernah jadi korban rasis sehingga dia melontarkan hinaan rasis itu untuk 'menyembuhkan' dirinya sendiri.

"Dia pernah jadi korban tindakan rasis di masa lalu dan dia menggunakan kata hinaan itu sengaja untuk menyembuhkan dirinya sendiri," Miller membela.

Namun juri Jo Rielly tidak menganggap hal itu sebagai faktor yang meringankan. Dia menyebut tindakan Barbarich dapat menimbulkan ketakutan dan ketidaknyamanan bagi penumpang pesawat Air New Zealand lainnya.

"Bahkan jika kamu putus cinta, berperilaku seperti ini tidak bisa diterima. Penumpang lain di pesawat sangat ketakutan. Mereka juga tidak nyaman karena mesti delay," ujar Rielly.

Barbarich pun divonis bersalah dan dijatuhi hukuman kerja sosial selama 120 jam, serta membayar sejumlah denda yang akan diberikan kepada petugas pria yang dia hina.



Simak Video "2 Wanita Asia-Amerika Ditikam di San Francisco"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA