Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 18 Mar 2021 10:14 WIB

TRAVEL NEWS

Hikayat Orang Jawa di Kaledonia Baru

Hari Suroto
detikTravel
Happy smiling young pacific islander - kanak people, the original inhabitants of New Caledonia, looking over the turquoise lagoon at the beach of Noumea, New Caledonia. Real Native People Portrait. Noumea, New Caledonia, South West Pacific Ocean
Foto: Ilustrasi orang Kaledonia Baru (Getty Images/Mlenny)
Noumea -

Selain Suriname, komunitas orang Jawa juga ada di negara Kaledonia Baru. Mereka pertama kali datang ke sini pada tahun 1896. Begini kisahnya.

Nama New Caledonia atau Kaledonia Baru mungkin terdengar asing di telinga traveler. Kaledonia Baru dalam peta disebut juga French Polynesia.

Wilayah ini mulai dikuasai Prancis pada tahun 1854. Saat itu Napoleon III mendirikan koloni hukuman dengan mengirimkan narapidana politik ke Kaledonia Baru.

Kepulauan Kaledonia terletak di Pasifik bagian selatan. Hingga saat ini, kepulauan tersebut berada di bawah pemerintahan negara Prancis. Kaledonia Baru beribukota di Noumea.

Kaledonia Baru sangat unik, karena menjadi kampung orang Jawa di luar negeri setelah Suriname, Amerika Selatan. Sebagai gambaran, Kaledonia Baru terletak sekitar 6.500 kilometer sebelah timur Pulau Jawa.

Keberadaan orang Jawa di Kaledonia Baru bermula saat pemerintah Prancis kekurangan pekerja perkebunan kopi dan tambang nikel. Oleh Belanda, pada tahun 1896 dikirimlah 170 orang Jawa ke Noumea.

Hingga saat ini ada sekitar 7.000 orang Jawa yang tinggal di Noumea, Kaledonia Baru. Kebanyakan dari mereka tidak bisa berbahasa Indonesia, tapi mereka bisa berbahasa Jawa.

Bahasa yang mereka gunakan untuk komunikasi dengan sesama orang Jawa menggunakan bahasa Jawa. Sedangkan untuk komunikasi resmi, baru mereka menggunakan bahasa Prancis.

Keturunan Jawa di Kaledonia Baru berprofesi berbeda dengan generasi pertama. Saat ini mereka telah sukses di bidang ekonomi, industri, olahraga dan pendidikan.

Pekerja dari Jawa pertama kali datang pada tahun 1896. Mereka didatangkan ke Noumea mengikuti peraturan Koeli Ordonantie, dengan masa kontrak lima tahun. Mereka dikenal pekerja tangguh dan mudah beradaptasi dengan lingkungan baru.

Pada awal kedatangan mereka di Kaledonia Baru, mereka harus belajar berbicara bahasa Perancis hingga makan roti. Namun mereka tetap menyukai suara gamelan dan pertunjukan wayang kulit.

Sebagian pekerja dari Jawa yang telah selesai masa kontraknya memutuskan tidak pulang kembali ke Jawa. Mereka memilih tinggal di Kaledonia Baru.

Saat ini, kuliner Jawa dapat dijumpai di Kaledonia Baru, di restoran yang dikelola oleh orang Jawa, dengan menu getuk telo, pecel, saoto atau soto, bakmi, loempia, sate, dawet, onde-onde, cenil dan peyek.


---
Artikel ini dibuat oleh Hari Suroto dari Balai Arkeologi Papua dan diubah seperlunya oleh redaksi.



Simak Video "Mengobati Rindu Masakan Jawa di Restoran Rumah Jawa"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA