Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 01 Apr 2021 07:43 WIB

TRAVEL NEWS

Fakta Menyedihkan di Balik Mekarnya Bunga Sakura di Jepang

Putu Intan
detikTravel
Bunga sakura mulai bermekaran di berbagai negara. Warga pun antusias untuk melihat pemandangan yang mempesona saat bunga sakura mulai bermekaran.
Ada yang perlu diwaspadai di balik mekarnya bunga sakura. (Getty Images)
Tokyo -

Mekarnya bunga sakura memang selalu dinantikan masyarakat Jepang. Tahun ini, bunga sakura mekar lebih cepat dari biasanya. Rupanya ada alasan menyedihkan di balik fenomena itu.

Momen puncak mekarnya sakura tahun ini rupanya jadi yang tercepat selama 70 tahun terakhir. Bunga sakura biasanya akan mekar sempurna pada bulan April, bersamaan dengan dimulainya tahun ajaran baru tahun bisnis baru.

Akan tetapi, tahun ini bunga sakura mekar lebih awal yakni pada 26 Maret 2021. Daerah pertama yang tercatat mengalami mekarnya sakura adalah Kyoto.

Badan Meteorologi Jepang mengungkapkan bahwa peristiwa mekarnya sakura di Kyoto tahun ini lebih cepat 10 hari dari rata-rata selama 30 tahun terakhir. Tak cuma Kyoto, rupanya daerah lain di Jepang juga mencapai rekor serupa.

"Kami dapat mengatakan, kemungkinan besar ini terjadi karena dampak pemanasan global," kata pejabat divisi observasi Badan Meteorologi Jepang Shunji Anbe dikutip dari Channel News Asia.

Bunga sakura mulai bermekaran di berbagai negara. Warga pun antusias untuk melihat pemandangan yang mempesona saat bunga sakura mulai bermekaran.Bunga sakura mulai bermekaran di berbagai negara. Warga pun antusias untuk melihat pemandangan yang mempesona saat bunga sakura mulai bermekaran. Foto: Getty Images

Mereka telah melacak 58 pohon sakura yang menjadi objek pengamatan di seluruh negeri. Dari jumlah itu, sebanyak 40 pohon telah mencapai masa mekar puncak dan 14 di antaranya mekar hanya dalam waktu singkat.

Bunga sakura biasanya mekar selama 2 minggu setiap tahun. Periode ini dimulai dari muncul kuncup hingga bunga jatuh.

Anbe menjelaskan, pohon sakura amat sensitif pada perubahan suhu sehingga waktu mekarnya bunga ini dapat menjadi data yang berharga untuk studi tentang perubahan iklim.

Anbe juga menyebut, selama puluhan tahun, suhu di Kyoto memang terus naik. Pada Maret 2020, suhu di Kyoto mencapai 10,6 derajat celcius. Padahal pada bulan yang sama di tahun 1953, suhunya lebih rendah yaitu 8,6 derajat celcius.

Sementara itu, suhu rata-rata di Jepang saat bulan Maret adalah 12,4 derajat celcius.

Sementara itu, seorang ilmuwan lingkungan dari Universitas Prefektur Osaka, Yasuyuki Aono menyebut bahwa bunga sakura pernah mekar lebih awal lagi dari tahun ini. Setelah mengumpulkan berbagai dokumen, peristiwa itu pernah terjadi pada 27 Maret 1612, 1409, dan 1236.

Setelah berabad-abad tak terjadi, kali ini bunga sakura kembali mekar lebih awal. Terlepas dari isu perubahan iklim, masyarakat Jepang begitu mengagungkan bunga ini. Sakura kerap muncul dalam puisi dan sastra di mana ia menjadi simbol dari kehidupan, kematian, dan kelahiran kembali.



Simak Video "Isu Perubahan Iklim di COP26: Jokowi: Komitmen RI Menjadi Bagian Solusi"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA