Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 02 Apr 2021 07:11 WIB

TRAVEL NEWS

Ruang ICU Sibuk Gegara Warga Australia Keracunan Jamur Liar

-
Foto: Ilustrasi jamur beracun (dok. Istimewa)
Melbourne -

Warga Victoria, Australia diminta tidak memetik jamur liar yang tumbuh di hutan. Sebab, muncul banyak kasus keracunan yang ditimbulkan oleh jamur liar itu.

Curah hujan yang sedang tinggi membuat jamur liar tumbuh subur di hutan-hutan Australia, terutama di sekitar Melbourne dan kawasan Victoria. Jamur-jamur itu terlihat menggoda untuk dipetik dan dimasak.

Namun jangan salah, tidak semua jamur liar itu bisa dimakan. Beberapa jenis dikenal beracun dan dapat mengakibatkan kematian pada manusia.

Warga Victoria malah memetiknya sampai-sampai membuat pemerintah setempat khawatir.

"Kondisi seperti sekarang sangat ideal bagi jamur beracun untuk tumbuh. Yang terbaru, mereka tampak tumbuh di sekitar Melbourne dan kawasan Victoria. Jamur yang dijual secara komersial aman dikonsumsi, tapi jamur liar ada yang beracun. Mereka tampak mirip dengan jamur yang bisa dikonsumsi," kata Dr Angie Bone, Deputi Chief Health Officer Victoria, seperti dikutip dari 9News, Jumat (1/4/2021).

Tahun lalu jumlah kasus keracunan akibat jamur liar cukup tinggi. Ada 426 panggilan darurat terkait keracunan jamur liar di Australia.

Angka tersebut naik dua kali lipat dibandingkan dua tahun sebelumnya, yaitu 194 panggilan darurat di tahun 2019 dan 200 panggilan darurat di tahun 2018.

Beberapa kasus mengakibatkan kematian, sebagian lainnya membutuhkan perawatan intensif di ICU rumah sakit setempat.

"Gejala keracunan meliputi sakit perut parah, mual, muntah dan diare. Kematian bisa terjadi dalam 48 jam diakibatkan kerusakan serius pada organ hati," Angie menambahkan.

Ada dua jenis jamur beracun yang wajib diwaspadai traveler, yaitu Amanita phalloides dan Agaricus xanthodermus. Amanita phalloides memiliki penampakan kepala yang besar, dengan warna bervariasi antara hijau zaitun hingga hijau kekuningan.

Sementara Agaricus xanthodermus memiliki noda warna kuning di badannya. Noda tersebut akan muncul bila kita menggoreskan benda tajam di badan jamur tersebut. Angie pun meminta agar traveler untuk tidak mengonsumsi jamur itu.

"Jika kamu ragu apakah jamur itu beracun atau tidak, jangan dimakan. Memasak, mengupas, atau mengeringkan jamur-jamur itu tidak akan menghilangkan racunnya," ujar Angie.



Simak Video "Kebakaran Hutan di Australia Mengancam Warga"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA