Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 06 Apr 2021 06:43 WIB

TRAVEL NEWS

Teror Bom Punya Efek ke Wisata, tapi Badai Corona Lebih Berasa Dampaknya

Syanti Mustika
detikTravel
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjawab soal usulan lockdown akhir pekan. Anies menekankan wilayah DKI Jakarta tidak akan menerapkan kebijakan tersebut
Ilustrasi wisata Jakarta (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Teror bom dinilai berdampak terhadap pariwisata Indonesia. Tapi, efek pandemi Corona lebih berat dibandingkan teror bom.

Adanya aksi teror bom di Makassar beberapa waktu lalu cukup menyita perhatian di tengah pandemi Corona. Walau dinilai mempengaruhi pariwisata, namun dampak pandemi Covid-19 lebih besar dibandingkan teror bom.

"Pengaruhnya masih lebih berat Covid-19 dibandingkan dengan bom. Ada efeknya tapi tidak seberat Covid-19. Kita lebih konsentrasi ke masalah Covid-19 ini cepat selesai. Teruntuk masalah keamanan sudah ditangani pemerintah," kata Ketua BPD PHRI Jakarta, Sutrisno Iwantono, dalam konferensi pers virtual dengan Badan Pengurus Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta, Senin (5/4/2021).

PLT Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Gumilar Ekalaya juga menyampaikan harapannya supaya peristiwa teror tidak terjadi lagi. Di saat sedang bertahan melawan pandemi, sekarang juga harus menghadapi teror bom.

"Tentu saja kami berharap tidak adanya lagi ancaman keselamatan, khusus untuk Jakarta. Karena kondisi sekarang sudah terpuruk dengan adanya Covid-19, juga tambahan isu-isu teror dan keamanan sebagainya," kata Gumilar.

"Ini saja kami berjibaku untuk mulai membangkitkan pariwisata, karena teman-teman pariwisata sudah cukup terpuruk. Mudah-mudahan jangan ada lagi ancaman keamanan nasional, khususnya Jakarta," dia menambahkan.

Salah satu langkah untuk membangkitkan pariwisata adalah dengan dilakukannya vaksinasi Covid-19 kepada pekerja wisata. Termasuk, di Jakarta.

"Untuk tahap awal ini, dari Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan dan Dinas Pariwisata dibantu PHRI, dari tanggal 2-6 April melakukan vaksinasi untuk 1.342 orang karyawan hotel yang saat ini hotelnya tempat untuk tenaga kesehatan dan OTG. Vaksinasi tentunya akan berlanjut terus," kata Gumilar.

"Dan, memang saat ini vaksinasi didominasi untuk PNS, Polri, dan lansia karena jumlahnya cukup banyak di Jakarta. Ini akan membutuhkan waktu lebih lama lagi. Selanjutnya, nanti baru tenaga kerja secara umum," Gumilar menambahkan.



Simak Video "Hotel Terjangkau dan Instagramable, ibis Styles Bandung Grand Central"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/sym)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA