Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 07 Apr 2021 18:39 WIB

TRAVEL NEWS

Ini Data yang Bikin Pemerintah Haqqul Yakin Larang Mudik

Pengendara yang melintas di Jalan Raya Jogja-Magelang, Yogyakarta, dihadang petugas gabungan Satgas COVID-19. Mereka wajaib menunjukan surat keterangan bebas Corona.
Foto: (Pius Erlangga/detikcom)
Jakarta -

Larangan mudik semakin gencar digaungkan pemerintah untuk mencegah penularan virus Corona. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menambahkan pandemi virus Corona ini belum selesai.

Faktanya di negara Eropa seperti Inggris, Belanda dan Spanyol memasuki gelombang ketiga di awal tahun ini. Begitu juga di Asia seperti India dan Papua Nugini.

Dari tren libur panjang tahun lalu, selalu terjadi kenaikan kasus harian COVID. Inilah yang bikin pemerintah haqqul yakin melarang mudik lebaran 2021.

"Sehingga ini menunjukkan COVID belum selesai dan tetap berhati-hati, dari pengalaman tahun lalu pasca libur panjang, Idul Fitri tahun lalu terjadi kenaikan kasus harian 93 persen, Agustus itu bahkan meninggi 119 persen, Oktober 95 persen, Natal 78 persen. Oleh karena itu Presiden meminta kebijakan pengendalian segera dilaksanakan, dan pemerintah melalui Menko PMK sudah menyampaikan ada larangan mudik," ujarnya.

Penyekatan di 300 Titik

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menuturkan pihaknya akan melakukan tindakan tegas bagi warga yang melakukan mudik. Dalam perjalanan darat, penyekatan dilakukan di lebih dari 300 titik.

"Berkaitan dengan darat, kita berkoordinasi dengan polisi dengan Kakorlantas bahwa akan secara tegas melarang mudik dan kita akan melakukan penyekatan di lebih dari 300 lokasi," kata Budi dalam siaran live You Tube Sekretariat Presiden.

"Kita juga melihat adanya penggunaan kendaraan pribadi bahkan mobil bis berplat hitam, truk berplat hitam, kita akan lakukan tindakan tegas apabila itu dilakukan," tambah Budi.

Sehingga, Menhub menyarankan warga untuk tak meneruskan rencana mudik dan tetap tinggal di rumah. Lalu, tak hanya di darat, pengetatan juga dilakukan di akomodasi laut.

"Berikutnya kami sampaikan bahwa di laut memang terjadi suatu pergerakan, kita akan hanya memberikan fasilitas bagi mereka yang dikecualikan oleh Menteri PMK, dan oleh karenanya kita berikan layanan secara terbatas," kata Budi.


"Bagi daerah-daerah yang memang secara khusus banyak melakukan mudik, seperti di Riau, dari Kalimantan ke Jawa, dan di Jawa Timur, saya mengimbau bahwa tidak dilakukan mudik," tambah Budi.

Sedangkan dalam transportasi kereta api, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan melakukan supply dengan hanya memberikan akomodasi kereta luar biasa. Sedangkan secara khusus bagi aglomerasi misalnya di Jabodetabek dan Bandung juga akan dilakukan penurunan supply.

"Oleh karenanya sesuai dengan arahan bapak presiden, kita tegas untuk melarang mudik dan kami juga mengimbau bapak ibu yang berkeinginan mudik untuk tinggal di rumah saja," kata Budi.



Simak Video "Menhub Cek Kelancaran Pergerakan Kargo dan Layanan Vaksinasi di Bandara Soekarno Hatta"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/elk)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA