Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 19 Apr 2021 18:18 WIB

TRAVEL NEWS

Air Kolam Renang Atlantis Keruh, Pengelola: Itu Hal Biasa

Putu Intan
detikTravel
Jakarta -

Masyarakat menilai air keruh di Atlantis menandakan kolam renang itu tak terurus. Tapi, pengelola menjelaskan bahwa itu hal yang biasa.

Kolam renang Atlantis ditutup sejak setahun yang lalu karena pandemi COVID-19. Selama ditutup, pengelola mengatakan bahwa perawatan tetap dilakukan, termasuk mengisi kolam dengan air untuk mencegah kerusakan.

"Selama setahun ditutup sebenarnya dikelola dengan baik. Yang pertama adalah kolam selalu diisi air secara penuh. Yang kedua slidenya (perosotannya) sekitar jam 2 atau jam 3 selalu dibasahi," kata Vice President Atlantis Water Adventures Ancol, Rika Sudranto, kepada detikcom.

Menanggapi video Tiktok yang memperlihatkan kondisi air kolam renang yang keruh, Rika tak menyanggah hal tersebut. Menurutnya, air keruh itu wajar karena selama ditutup, air memang dibiarkan menggenang tanpa diberi kaporit.

Inilah yang menyebabkan kolam ditumbuhi lumut hingga terkesan kumuh. Akan tetapi, Rika mengatakan bahwa pembersihannya mudah dilakukan.

Kondisi terkini kolam renang Atlantis setelah ditutup setahunKondisi terkini kolam renang Atlantis setelah ditutup setahun. Foto: Pradita Utama/detikcom

"Karena kondisi tutup manajemen Ancol ingin cinta lingkungan. Yang pertama penghematan air, kedua di dalam pengelolaan tidak membuang banyak air dan tidak menggunakan bahan kimia," ujarnya.

"Air pada video itu sebenarnya itu hal yang biasa. Kolam diisi air memang tidak kami treatment (diberi kaporit). Hal yang biasa juga kalau ada lumut," ia melanjutkan.

Rika mengungkapkan, selama tutup, Atlantis tidak mendapatkan pemasukan. Sehingga untuk dapat bertahan, mereka harus menekan pengeluaran, termasuk sebisa mungkin tak sering membuang air dan listrik.

"Untuk menghemat cost tadi kolam hanya direndam, tidak diberi perlakuan. Pertama untuk menjaga lingkungan, yang kedua untuk menghemat biaya karena komponen terbesar dari kolam renang adalah listrik, yang kedua air," ujar dia.

Kendati tak menyanggah video Tiktok soal Atlantis itu, Rika menyayangkan penyampaian video yang terkesan menggiring opini bahwa Atlantis terbengkalai.

"Bisa dilihat saat ini kan sudah bersih dan tidak seram. Mungkin apakah musiknya atau diblur ya, barangkali yang membuat itu menjadi kesannya horor, kumuh," kata dia.

(pin/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA