Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 22 Apr 2021 10:19 WIB

TRAVEL NEWS

Hotel Bersejarah di Bandung Gunakan Sirine Perang Sebagai Tanda Buka Puasa

Siti Fatimah
detikTravel
Hotel Savoy Homann
Hotel Savoy Homann Foto: (Siti Fatimah/detikcom)
Bandung -

Ada suasana yang berbeda saat berjalan-jalan atau ngabuburit di pusat Kota Bandung. Selain terdengar adzan Magrib dari Mesjid Raya Bandung, sirine perang pun terdengar sayup-sayup dari area Hotel Savoy Homann.

Bukan tanpa sebab, sirine tersebut ternyata penanda adzan Magrib atau masuknya waktu berbuka puasa. Usut punya usut, sirine tersebut sudah ada sejak hotel berdiri yaitu di tahun 1871, jauh sebelum kemerdekaan Republik Indonesia.

Marketing Communication Hotel Savoy Homann Bandung Fanny Karmarani mengatakan, pada zaman dahulu Hotel Savoy Homann digunakan sebagai markas sekutu. Kemudian, karena masih ada ancaman perang maka dipasanglah alarm tersebut.

"Alarmnya dulu sempat zaman merdeka sempat dijadikan markas Jepang, markas sekutu. Nggak selalu fungsi (sebagai) hotel, jadi sempat dialihfungsikan. Di saat, di masa itu dipasang alarm sirine perang," kata Fanny kepada wartawan saat ditemui beberapa saat lalu.

"Karena mengandung nilai sejarah, dipakai untuk mengumumkan keadaan perang, sekarang juga daripada tidak berfungsi kita pergunakan sebagai pengumuman azan maghrib," ujar Fanny menambahkan.

Hotel Savoy HomannHotel Savoy Homann Foto: (Siti Fatimah/detikcom)

Penggunaan sirine sebagai tanda buka puasa baru diterapkan di tahun ini. Dari area Garden Restaurant, suara sirine tersebut terdengar nyaring bahkan sontak menarik perhatian beberapa pengunjung.

"Sayang saja daripada nggak difungsikan lagi, sebagai salah satu ciri khas hotel Savoy Homann. Kapannya tidak pernah tercatat yang pasti sudah lama ada di sini. Mengumumkan azan berkumandang hanya baru tahun sekarang," ujarnya.

Selain mendapatkan atmosfer yang baru, momen berbuka puasa di Savoy Homann pun terasa berbeda dengan lebih dari 101 menu makanan nusantara dan tradisional dihidangkan. Manager F&B Savoy Homann Shandi Hermawan mengatakan, setiap harinya disajikan menu makanan berbeda dengan biaya hanya Rp 150 ribu saja.

Hotel Savoy HomannHotel Savoy Homann Foto: (Siti Fatimah/detikcom)

Perihal protokol kesehatan, pihaknya menegaskan hanya menerima pengunjung yang berbuka puasa melalui reservasi. "Di sini kapasitasnya bisa 150 orang. Jadi kita hanya menerima reservasi saja. Kita mengikuti social distancing. Tapi kalo banyak kita sediakan ruangan lain," ujar Shandi.

Menu makanan yang disediakan Savoy Homann pun sangat beragam dari mulai makanan pembuka hingga penutup. Seluruhnya termasuk dalam makanan tradisional ala Sunda dengan campuran perpaduan Timur Tengah.



Simak Video "Hotel Terjangkau dan Instagramable, ibis Styles Bandung Grand Central"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA