Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 22 Apr 2021 15:34 WIB

TRAVEL NEWS

Terima Kasih Warga +62! Akhirnya Imigrasi Tarik Paspor Bule Viral di Bali

Sui Suadnyana
detikTravel
Bule prank ga pakai masker di Bali
Foto: (Niluhdjelantik/Instagram)
Denpasar -

Imigrasi akhirnya bergerak. Paspor dua bule yang viral di media sosial (medsos) karena lukis gambar masker di wajah telah ditarik.

Kepala Subbagian Humas, Reformasi Birokrasi, dan Teknologi Informasi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Provinsi Bali I Putu Surya Dharma mengatakan pihaknya telah menyita paspor kedua bule tersebut.

"Sementara Imigrasi Ngurah Rai menarik kedua paspor orang tersebut. Besok jam 1-an baru akan diperiksa oleh Satpol PP Provinsi (Bali). Nanti setelah itu baru akan didalami bersama Imigrasi untuk mengambil keputusan apakah tindakan selanjutnya deportasi atau apa," kata Putu Surya saat dimintai konfirmasi detikcom, Kamis (22/4/2021).

Berdasarkan paspor yang disita oleh Imigrasi, bule perempuan yang dilukis wajahnya berasal dari Rusia, sementara si pria berasal dari China.

Hari ini, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bali berencana memanggil kedua WNA tersebut. Satpol PP Bali juga bakal menerbitkan surat rekomendasi deportasi untuk kedua WNA tersebut.

"(Mereka dipanggil) dalam rangka membuat surat rekomendasi kepada Imigrasi untuk melakukan deportasi langkah-langkah selanjutnya. Langkah selanjutnya itu dalam bentuk rekomendasi deportasi. Dia (Imigrasi) nanti yang akan melakukan deportasi," kata Kasatpol PP Provinsi I Dewa Nyoman Rai Dharmadi saat dihubungi terpisah.

Dewa Dharmadi menegaskan dasar pihaknya mengeluarkan surat rekomendasi deportasi adalah kedua WNA tersebut telah melanggar protokol kesehatan dengan sengaja. Bahkan bule tersebut memviralkan aksinya tersebut.

"Ini memang perbuatan yang tidak sesuai dengan kepatutan. Sudah melanggar, tetapi juga memprovokasi dengan sengaja kepada masyarakat lain, sehingga patut diduga diberi sanksi lebih berat, tidak hanya denda, tetapi juga deportasi," terangnya.

Dewa Dharmadi mengatakan prosedur pelanggaran protokol kesehatan diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 10 tahun 2021 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 dalam Tatanan Kehidupan Era Baru. Melalui peraturan itu, saat melanggar satu kali bisa dikenai denda. Setelah melanggar kedua kalinya baru rekomendasi dideportasi.

Akan tetapi, khusus untuk kedua bule yang melukis masker di wajah ini, pihaknya langsung merekomendasikan untuk deportasi. Bagi Dewa Dharmadi, tindakan bule tersebut sudah sangat menyakiti hati masyarakat.

"Artinya, perbuatan mereka sudah mencederai upaya penegakan protokol kesehatan yang selama ini sudah banyak hal yang kita pernah lakukan. Tapi dia mencederai dengan cara-cara yang tidak patut. Akhirnya prosedur itu (Pergub Nomor 10 tahun 2021) kita potong langsung dengan memberikan rekomendasi kepada Imigrasi untuk dilakukan langkah-langkah dengan untuk dideportasi, dengan dasar rekomendasi kita," jelas Dewa Dharmadi.

Sebelumnya diberitakan, kedua bule tersebut beraksi saat mengunjungi sebuah pasar swalayan. Namun mereka tak diperkenankan masuk oleh satuan pengamanan (satpam) yang bertugas karena bule wanita tak memakai masker.

Alih-alih mencari masker, kedua bule tersebut kemudian masuk ke dalam mobil. Bule pria kemudian melukis wajah wanita tersebut mirip dengan masker. Hasilnya, mereka berhasil mengelabui satpam yang berjaga di pintu masuk swalayan.

Saat berada di dalam swalayan, bule tersebut tampak heran bisa mengelabui petugas tersebut. Bahkan beberapa pengunjung swalayan juga tak menyadari bahwa masker tersebut hanya lukisan.



Simak Video "Bule yang Prank Lukis Masker di Wajah Akhirnya Dideportasi!"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA