Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 24 Apr 2021 05:41 WIB

TRAVEL NEWS

Ratusan Tahun di Atas Air, Orang Laut Thailand Dipaksa Mendarat

Orang laut atau Suku Moken Thailand
Hook Klathalay, orang laut atau Suku Moken Thailand (Foto: Austin Bush/CNN)
Bangkok -

Setelah berabad-abad hidup nomaden, orang laut Thailand harus beradaptasi dengan kehidupan di darat. Mereka dipaksa tinggal di darat.

Saat ini, Salamak Klathalay, seperti kebanyakan dari kita karena tinggal di sebuah rumah, di darat. Ini adalah pengalaman yang relatif baru bagi pria berusia 78 tahun itu.

"Sebagai anak-anak, saya tinggal di perahu selama setengah tahun dan di daratan setelahnya," kata Salamak di rumahnya di Ko Surin, sebuah taman nasional selatan Thailand.

"Kami akan pergi ke darat selama musim hujan untuk mencari umbi-umbian. Setelah itu, kami akan kembali ke perahu kami," dia menambahkan.

Salamak adalah anggota kelompok Suku Moken Thailand. Juga dikenal sebagai sea gypsies atau chao ley bahasa Thai untuk orang laut.

Moken mengklaim sebagai satu-satunya kelompok manusia yang, secara tradisional, sebagian besar tinggal di laut. Mereka tinggal di rumah perahu yang disebut kabang.

Suku Moken bisa menahan nafas untuk jangka waktu yang sangat lama. Kemampuan mereka untuk melihat bawah air dilaporkan lebih baik daripada orang pada umumnya.

Keterampilan ini diasah selama berabad-abad. Kehidupan nomaden mereka yakni berlayar di antara Kepulauan Mergui Myanmar dan Laut Andaman.

Orang laut atau Suku Moken ThailandPerairan orang laut atau Suku Moken Thailand (Foto: CNN)

Tsunami memaksa Suku Moken ke daratan

Gaya hidup unik ini tiba-tiba berakhir pada 2005. Bencana tsunami di tahun sebelumnya memaksa mereka untuk tinggal di darat.

Suku Moken muncul dari bencana dan hampir seluruhnya tanpa mengalami cedera. Mereka mengandalkan pengetahuan tradisional yang mengajarkan untuk mencari tempat yang lebih tinggi dan menghindari gelombang.

Tapi pemerintah Thailand memerintahkan Suku Moken untuk pindah ke tanah yang solid. Mereka direlokasi ke sebuah desa darurat di dalam Taman Nasional Ko Surin.

Pada tahun-tahun berikutnya, Suku Moken telah beradaptasi dengan kehidupan yang relatif modern. Sebanyak 315 orang tinggal di rumah kayu dan bambu sederhana yang dilengkapi dengan panel surya dan air ledeng.

Orang laut atau Suku Moken ThailandPermukiman orang laut atau Suku Moken Thailand (Foto: Austin Bush/CNN)

Dan untuk pertama kalinya, mereka memiliki akses ke sumber pendapatan yang relatif tetap, berupa pariwisata.

"Desa mendapatkan penghasilan dari menjual barang kepada turis atau memimpin tur menggunakan perahu," kata Ngoey Klathalay (semua orang Moken memiliki nama keluarga yang sama), kepala desa.

Ia juga memberi tahu bahwa rata-rata, setiap hari, sebanyak 100 orang mungkin mengunjungi desanya.

Selanjutnya, efek pandemi Corona dan larangan buat Suku Moken >>>

Selanjutnya
Halaman
1 2
BERITA TERKAIT
BACA JUGA