Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 04 Mei 2021 15:33 WIB

TRAVEL NEWS

Kereta Api Kota Makassar Dibangun Melayang

Ilustrasi Makassar
Kota Makassar (Foto: Ibnu Munsir/detikcom)
Jakarta -

Kota Makassar akan memiliki transportasi baru yang patut dibanggakan, kereta api. Nantinya, fasilitas umum ini akan dibangun elevated atau melayang.

Wali Kota Makassar, Danny Pomanto, menjabarkan bahwa pemerintah sudah menyiapkan sejumlah lahan sebagai tempat meletakkan rel. Tak hanya itu, ia juga menjabarkan mengapa pembangunannya menggunakan jembatan.

"Kereta belum lewat Makassar, kami sudah menyiapkan trase, jalannya di tata ruang kami, tapi memang disyaratkan di Makassar keretanya elevated di atas jembatan," kata Danny di acara Pulang Kampung Digital ke Makassar, Selasa (4/5/2021).

"Kenapa elevated, kalau di atas jembatan lebih karena orang sini terlalu pemberani malah menerobos-menerobos nanti. Juga agar tidak mengubah tata letak kota," imbuh dia.

Namun Danny tidak menjelaskan kapan rencananya orang Makassar bisa menggunakan kereta ini.

Makassar Kota Gastronomi

Masih dalam kesempatan yang sama, Danny menjabarkan Kota Makassar sebagai kota gastronomi. Apa itu?

"Makassar ini kota gastronomi yang bikin orang rindu makanan, rindu angin mamiri yang sepoi-sepoi bikin lapar," jelas dia.

"Makassar salah satu kota di dunia yang mempunyai menu 24 jam. Di waktu subuh ada makanan yang berbahan beras ketan, jam 07.00-08.00 ada nasi kuning, 08.00-10.00 ada coto, makan siang seafood, pukul 17.00 conro, makan malam itu banyak pilihan setelah itu ada sop saudara buat after dinner, setelah pukul 22.00 ada mie," urai dia.

Terkait Corona, Danny menjabarkan bahwa aktivitas mudik berisiko lebih berbahaya dibanding Festival Kumb Mela yang mampu menyebabkan tsunami COVID-19. Karena, jumlah pemudik di Indonesia mencapai lebih dari 80 juta orang.

"Imbauan mari kita tidak mudik demi keselamatan kita. Referensi kita ada di India. 85 juta orang kalau mudik lebih mengerikan dibanding India," urai Danny.

"Karena kalau tidak salah Kumbh Mela itu diikuti 5 juta orang dalam waktu bersamaan. Mereka mandi di Sungai Gangga," imbuh dia.

Meski dilarang mudik, Pemkot Makassar akan tetap membuka destinasi wisata di wilayahnya. Namun, para pengusaha dan pengunjung harus tetap mengikuti protokol kesehatan yang ketat.



Simak Video "Strategi Pemkot Makassar Pulihkan Ekonomi di Tengah Krisis COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA