Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 20 Mei 2021 07:12 WIB

TRAVEL NEWS

Opini, Pariwisata Bantu Israel untuk Menjajah Palestina

Tim detikcom
detikTravel
Palestina mengonfirmasi tujuh kasus virus corona di Tepi Barat. Sejumlah situs bersejarah di kawasan itu pun ditutup sementara guna cegah penyebaran COVID-19.
Wisatawan yang berkunjung ke Bethlehem di Tepi Barat (AP Photo/Mahmoud Illean)
Jakarta -

Israel telah sejak lama menjajah area Palestina. Di balik serangan rudal, ternyata pariwisata turut berkontribusi pada penjajahan yang dialami rakyat Palestina.

Layaknya sebuah mata koin, pariwisata dapat digunakan untuk menyejahterakan masyarakat atau memfasilitasi sebuah bentuk eksploitasi di zaman modern. Dalam kasus konflik Israel dan Palestina misalnya, ternyata pariwisata menjadi alat bagi Israel untuk melanggengkan penjajahan akan Palestina.

Itu dibahas oleh akun @decolonizingtravel, seperti dikutip detikTravel, Kamis (20/5/2021). Mungkin tak banyak traveler yang tahu, kalau kegiatan wisata di Israel turut berkontribusi pada berkurangnya area Palestina dewasa ini.

[Gambas:Instagram]



Yang pertama dari sisi akomodasi, banyak penyedia homestay Israel menuai profit dari menyewakan hotel, restoran, atau mengelola situs bersejarah di teritori Palestina seperti West Bank (Tepi Barat).

Penjajahan area Palestina dengan cara itu cukup berhasil. Bahkan di tahun 2016, Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu memberikan subsidi untuk pengadaan akomodasi turis di kawasan Tepi Barat.

A pilgrim prays outside the Church of the Nativity in Bethlehem, West Bank, Thursday, March 5, 2020. Palestinian authorities said the Church of the Nativity in Bethlehem, built atop the spot where Christians believe Jesus was born, will close indefinitely due to coronavirus concerns. (AP Photo/Mahmoud Illean)Objek wisata Church of the Nativity di Bethlehem, Tepi Barat (AP Photo/Mahmoud Illean)

Itu baru dari sisi akomodasi seperti hotel, homestay, dan restoran. Dari sisi objek wisata, Israel dan Palestina memang selalu menarik banyak wisatawan yang ingin melakukan wisata religi.

Di Bethlehem yang sarat objek wisata religi misalnya, hampir mayoritas hotel, restoran hingga operator turnya dijalankan oleh orang Israel. Menurut Menpar Palestina di tahun 2014, sekitar 90 persen pendapatan dari wisata religi masuk ke kantong pemerintah Israel.

Di tahun 2016, Bank Dunia menginfokan kalau Palestina kehilangan uang sebanyak USD 3,4 milyar per tahun atau setara dengan Rp 48 triliun akibat kontrol yang dilakukan Israel di Area C.

Sejumlah area di Palestina yang dijadikan objek wisata oleh pemerintah Israel, turut mengusir warga setempat dari tanah kelahiran mereka. Pengusiran orang Palestina dari hubungannya dengan objek wisata religi yang ada juga disebut kian dilakukan.

Selanjutnya: Cara membantu perjuangan rakyat Palestina lewat pariwisata yang bertanggung jawab

Selanjutnya
Halaman
1 2
BERITA TERKAIT
BACA JUGA