Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 20 Mei 2021 09:06 WIB

TRAVEL NEWS

Cerita PO SAN Racik Sendiri Baju Busnya Bersama Laksana dan Adiputro

PO SAN
PO SAN (Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)
Jakarta -

Tiap perusahaan otobus memiliki pertimbangan tersendiri dalam memilih sasis hingga karoserinya. PO SAN pun demikian, memiliki rute lintas Sumatera-Jawa maka ada persyaratan khusus dalam pembuatan badan busnya.

Scania dan Mercy jadi sasis pilihan PO SAN untuk operasionalnya. Sedang, Laksana masih dominan menghiasi sebagian besar baju armada perusahaan otobus itu.

Begini penjelasannya.

"Pertama, kami ini memang operator yang dilahirkan dari sisi teknis, bukan bisnis. Ayah kami mendirikan usaha ini bukan tidak pure melihat keuntungan tapi kita mampu menjadi pelayan," terang Kurnia Lesani Adnan, Direktur Utama PT. SAN Putra Sejahtera (PO SAN).

"Makanya kita mencari spesifikasi. Kalau Eropa jelas sasisnya lebih up to date dan safetynya nomor 1," imbuh dia.

"Jadi diameter rem, displacement engine, oil capacity, torsi, rasio semua jauh lebih ideal untuk medan Indonesia menurut saya. Dan itu sudah terbukti, yang mana di bawah itu banyak mulai bertumbangan setelah ada Tol Trans Jawa," terang Sani.

Pertimbangan kedua, kata Sani adalah mengenai teknologi. PO SAN memang sudah sejak 2013 memulai untuk menstransformasi teknologi ke internalnya, karena teknologi kendaraan semakin maju.

"Itu tadi, kalau orang masih ada di zona nyaman dengan mobil murah, mudah, pada saatnya nanti 2024 seluruh kendaraan niaga harus Euro 4, sudah dengan engine management, sudah dengan teknologi sistem elektrik, nah bagaimana orang-orang ini mau menstransformasi dengan loncat itu akan jadi masalah," urai dia.

"Kami untuk menjalankan itu sudah siap. Mulai dari tim mekanik, kru PO SAN sebagai pengguna dan manajemen sendiri sudah terbiasa juga familiar dengan produk premium ini," tambah dia.

Poin selanjutnya adalah soal kenyamanan. Kata Sani, nyaman itu pasti aman dan aman belum tentu nyaman.

"Kalau dia hanya dikasih aman, remnya gede, cukup, tapi nggak pakai air suspension ya belum tentu dia nyaman. Kalau dia pakai air suspension, ada break retarder, pakai EBS, ABS, hill hold saat tanjakan bisa mengerem sendiri segala macam, dengan torsi besar dan rasio yang imbang otomatis di jalan raya si pengemudi mengemudikannya nyaman," ujar dia.

"Efeknya penumpang juga merasakan kenyamanan itu. Jadi kami memang untuk mencapai value nyaman itu dengan spesifikasi kendaraan yang menurut kami harus mumpuni," imbuh dia.

"Jawabannya ya produk Eropa. So far yang kami miliki Scania dan Mercedes meski ada pendatang lagi seperti Volvo dan lainnya tapi belum terbukti," kata dia lagi.

Kenapa memilih karoseri Laksana?

"Ada Adiputro juga 4 unit, baru. Baru 2021 kemarin baru coba," terang Sani.

"Jadi memang Laksana ini kami sudah menjadi customernya dari 2007. Jadi metamorfosis Laksana itu kan juga ada campur tangan PO SAN di situ," imbuh dia.

Dalam hal sebagai customer, PO SAN terbilang kritis dan suka memberi masukan, memberikan ide dan semuanya terhadap Laksana. Lalu, pabrikan baju bus itu cukup responsif untuk mengikuti suara konsumen.

"Nah dari situ juga kami bisa mendapatkan produk sesuai ekspektasi. Ekspektasi ini kan dari sisi kualitas dan harga pastinya. Laksana yang menurut kami paling ideal," terang Sani.

Untuk Adiputro, PO SAN juga mempunyai sejumlah permintaan sebelum memesan. Mereka mau seluruh persyaratan A,B,C,D dan setelah OK maka perusahaan akan mengikuti.

"Ya kita terapkan. Alhamdulillah itulah hasilnya. Jadi ada beberapa sentuhan yang kami lakukan di produk Adiputro itu, kami tidak bilang penyempurnaan ya, penyesuaian untuk jalurnya kami. Jalurnya SAN lah," kata Sani.

Karena, kata Sani, bodi bus untuk jalur Sumatera itu nggak bisa disamakan dengan Jawa. Selama ini yang sudah mengadopsi kemauan perusahaan itu adalah Laksana, namun belakangan Adiputro juga mau mewadahi.

Apa contoh perubahan khusus pada bodi bus PO SAN?

"Contohnya salah satu, side frame itu harus dari atas ke bawah dari roof harus langsung ke bawah. Jadi nggak bisa dipotong oleh kaca," terang Sani.

"Karena memang twistingnya bodi di Sumatera itu kan dia belok-belok twistnya tinggi. Jadi pada saat bus berjalan ada beberapa momen yang terjadi, satu momen twisting-mlintir, bumping, ketiga vibrasi," imbuh dia.

"Ini yang harus imbang semuanya. Kalau dia bagus model tapi dia penyusunan rangka tidak tepat, ya dia umurnya paling 2 tahun ada yang kalah. Sedangkan mobil ini kita kredit," kata dia lagi.

Sani menambahkan bahwa bodi bus PO SAN juga tak boleh terlalu kaku dan lentur. Hasil kerjasama perusahaan ini dengan pabrikan bodi bus Laksana adalah terciptanya seri SR.

"Jadi kokoh banget nggak boleh. Terlalu lentur juga nggak mau. Harus pas dan rigid," ujar Sani.

"Kalau bicara Laksana tadi, bisa dikroscek ke sumbernya, salah satu produk yang terkenal saat ini seri SR itu , S-nya itu dari kata Sani," imbuh dia.

"Jadi seperti itulah Laksana mau mendengarkan PO SAN. Sehingga kita develop bareng dan lahir SR-1 lalu sekarang SR-2. Jadi ibarat makanan, racikannya kita ada di situ," pungkas Sani.



Simak Video "Bangga Buatan Indonesia! Bus Laksana Laris di Luar Negeri"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA