Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 22 Mei 2021 11:16 WIB

TRAVEL NEWS

Asyik! Festival Lima Gunung Kembali Digelar

Eko Susanto
detikTravel
Festival Lima Gunung
Festival Lima Gunung (Eko Susanto/detikcom)
Magelang -

Festival Lima Gunung (FLG) ke-20 kembali dilangsungkan di tengah pandemi Covid-19.

Pembukaan festival ini ditandai dengan ritual khusus di Sumber Mata Air Tlompak di lereng Gunung Merbabu. Ritual khusus yang dilangsungkan di sumber mata air Tlompak berada di Dusun Gejayan, Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Lokasi ini persisnya berada di lereng Gunung Merbabu.

Dalam ritual khusus ini diikuti para pimpinan Komunitas Lima Gunung antara lain Mantan Presiden Lima Gunung Sutanto Mendut, Sitras Anjilin (Merapi), Supadi Haryanto (Andong), Riyadi (Merbabu) maupun lainnya. Untuk FLG ke-20 ini mengambil tema 'Peradapan Desa' dan pembukaan dilangsungkan pada, Kamis (21/5).

Festival Lima GunungFestival Lima Gunung Foto: (Eko Susanto/detikcom)

"Tema FLG ke-20 ini Peradaban Desa. Untuk ritual dilangsungkan di sumber mata air Tlompak," kata Supadi Haryanto, Ketua Komunitas Lima Gunung dalam pidatonya, Kamis (21/5/2021).

Dipilihnya Peradaban Desa, kata Supadi, desa merupakan sumber ketahanan pangan. Terwujudnya ketahanan pangan di Indonesia berasal dari desa.

FLG kali ini, katanya, masih dalam situasi pandemi Covid-19. Untuk itu, pembukaan Festival Lima Gunung ke-20 dilangsungkan dengan protokol kesehatan, kemudian dilakukan pembatasan.

"Acara pembukaan FLG dilakukan dengan protokol kesehatan dan jumlahnya dibatasi. Kami juga berdoa bersama-sama agar corona segera dihapuskan di muka bumi oleh Tuhan Yang Maha Esa," katanya.

"Semoga tahun depan bisa melakukan Festival Lima Gunung seperti tahun-tahun sebelumnya," ujarnya.

Festival Lima GunungFestival Lima Gunung Foto: (Eko Susanto/detikcom)

Sementara itu, salah satu panitia FLG ke-20, Riyadi mengatakan, dalam kondisi apapun karena netepi wajib dan sudah menjadi tradisi di Komunitas Lima Gunung, Festival Lima Gunung ke-20 tetap dilangsungkan. Sekalipun sekarang berada di tengah pandemi Covid-19, FLG dilangsungkan secara sederhana dan terbatas.

"Festival Lima Gunung ke-20 berbeda dengan tahun-tahun sebelum Covid-19. Ini netepi wajib, kondisi apapun kewajiban saya dan teman-teman ini bagian tradisi kita jalankan bersama. Sekarang dilaksanakan sederhana, intinya netepi wajib," ujar Riyadi yang juga Pimpinan Padepokan Wargo Budoyo Gejayan, itu.

Riyadi menambahkan, FLG ke-20 nantinya akan dilangsungkan secara terbatas dan menerapkan protokol kesehatan. Hal ini dilakukan karena masih dalam pandemi Covid-19.

"Selain terbatas, nantinya dilangsungkan secara virtual," kata dia.



Simak Video "Duh, 56 Orang Sekampung di Pati Kena Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA