Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 29 Mei 2021 14:20 WIB

TRAVEL NEWS

Ada Pesawat 90% Rendah Karbon, Katanya Cocok Buat Indonesia

Airlander 10
Pesawat rendah karbon, Airlander 10 (Foto: Hybrid Air Vehicles/CNN)
Jakarta -

Pesawat ini menawarkan penerbangan rendah karbon. Tak cuma itu, pembeda lain dari armada ini adalah keberadaan jendela besar, menjulang dari lantai sampai ke langit-langit.

Diberitakan CNN, kesadaran akan krisis iklim oleh para traveler semakin meningkat. Kehati-hatian dijunjung tinggi berefek pada pencarian alternatif traveling selain dengan pesawat terbang.

Kereta api berkecepatan tinggi jadi salah satu pilihan. Namun, ada pilihan baru yang ditawarkan oleh perusahaan Hybrid Air Vehicles (HAV) yang berbasis di Inggris.

Mereka merilis armada baru yang menawarkan jejak karbon yang jauh lebih kecil dibanding pesawat konvensional. Airlander 10, namanya.

Airlander 10 akan dapat menampung hingga 100 penumpang. Saat beroperasi, emisi karbon yang dikeluarkan pesawat ini 90% lebih sedikit, kata perusahaan itu dalam siaran pers.

"BBM yang dibutuhkan lebih sedikit karena kombinasi daya angkat apung dari helium, gaya angkat aerodinamis, dan dorong vektor," menurut HAV.

Model listrik hibrida dan bahan bakar jet Airlander 10 akan tersedia pada 2025. Versi full listrik diproyeksikan lahir pada 2030.

HAV merilis satu set rendering interior kabin untuk menunjukkan bagaimana rasanya terbang dengan Airlander 10.

"Seperti yang Anda lihat, itu adalah kabin yang besar juga luas. Kebisingan rendah, getaran rendah, sangat sedikit efek turbulensi yang dikhawatirkan orang di pesawat lain," kata kepala eksekutif perusahaan, Tom Grundy.

Airlander 10Airlander 10 (Foto: Hybrid Air Vehicles/CNN)

Airlander 10 menawarkan kabin tanpa tekanan, dan dibangun untuk menahan suhu tinggi dan juga rendah, angin kencang dan bahkan sambaran petir. Standar pembuatannya sama seperti pesawat penumpang lainnya.

Pesawat Airlander 10 tidak akan bersaing dengan penerbangan jarak jauh atau rute yang sudah terlayani dengan baik oleh koneksi kereta berkecepatan tinggi. Sebaliknya, mereka akan fokus pada kota-kota yang terpisah beberapa ratus kilometer atau jarak pendek.

Contohnya termasuk Liverpool ke Belfast, Seattle ke Vancouver dan Stockholm ke Oslo. Grundy juga menunjukkan bahwa pesawat tersebut akan sangat berguna di negara kepulauan seperti Indonesia, atau di daerah terpencil di Kanada utara.

Airlander 10 memiliki kecepatan tertinggi 130 kilometer per jam. Perjalanan dari Liverpool ke Belfast sejauh 271 kilometer akan memakan waktu lima jam 20 menit, menurut HAV.

Perbandingan lain yakni, lama penerbangan dengan memperhitungkan waktu check-in dan perjalanan ke dan dari pusat kota, yakni empat jam 24 menit untuk perjalanan pesawat komersial atau sembilan jam 23 menit dengan layanan feri yang ada.

Airlander memiliki keuntungan yang signifikan di area ini. Karena mereka tidak bergantung pada infrastruktur bandara dan bisa lepas landas juga mendarat dari permukaan yang cukup datar, termasuk air.

Dalam hal emisi, HAV menggunakan angka pemerintah Inggris untuk menghitung bahwa, untuk perjalanan Liverpool ke Belfast, sebuah Airlander 10 akan menghasilkan 4,75 kilogram karbon dioksida. Jumlah itu lebih kecil dibanding 4,98 kilogram oleh kapal feri dan 67,75 kilogram oleh pesawat terbang.



Simak Video "Penampakan Pesawat Kargo yang Tergelincir di Bandara Yuvai"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA