Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 30 Mei 2021 10:30 WIB

TRAVEL NEWS

Intip-intip 6 Kawasan Ekonomi Khusus Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Syanti Mustika
detikTravel
Morotai
Foto: shutterstock
Jakarta -

Guna meningkatkan perkembangan ekonomi khususnya dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, pemerintah melakukan terobosan dengan membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) di berbagai wilayah Indonesia.

Secara umum, menurut Peraturan Pemerintah RI Nomor 2 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Kawasan Ekonomi Khusus Pasal 1 ayat 1, KEK adalah kawasan tertentu di Indonesia yang ditetapkan menyelenggarakan fungsi perekonomian, dan memperoleh fasilitas tertentu.

Karena itu KEK Parekraf didedikasikan bagi kegiatan usaha pariwisata untuk mendukung penyelenggaraan hiburan dan rekreasi, pertemuan, pameran, serta kegiatan terkait. Apalagi kekayaan alam dengan keanekaragaman jenis atraksi wisata alam kelas dunia yang dimiliki Indonesia sangat berpotensi untuk dikembangkan melalui pembangunan kepariwisataan yang terintegrasi.

Dalam website Kemenparekraf yang dilihat detikcom, Minggu (30/5/2021) saat ini terdapat beberapa wilayah yang dijadikan KEK Parekraf oleh pemerintah. Daerah-daerah tersebut diharapkan dapat berkontribusi menyumbangkan pertumbuhan ekonomi tanah air. Untuk itu, mari kita mengenal 6 Kawasan Ekonomi Khusus sektor pariwisata dan ekonomi kreatif berikut ini:

1. KEK Mandalika

Menghadap ke Samudera Hindia menjadikan KEK Mandalika sebagai sektor pariwisata Indonesia di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang sangat potensial. Tidak hanya menawarkan wisata bahari yang indah, KEK Mandalika memiliki budaya yang sangat menarik wisatawan.

Salah satunya adalah upacara Bau Nyale, atau ritual mencari cacing laut jelmaan putri Mandalika. Selain itu, di Mandalika juga telah dibangun sirkuit bertaraf internasional yang rencananya akan dipakai untuk ajang balap dunia MotoGP.

Ditargetkan, KEK Mandalika akan menarik investor sebesar Rp40 triliun, dan menyerap 587.000 tenaga kerja hingga 2025.

Kawasa Mandalika dari udara.Kawasa Mandalika dari udara. Foto: (Wisnu/20detik)

2. KEK Tanjung Kelayang

Dengan mengusung tema "Socially and Environmentally Responsible Development and Cultural Preservation", KEK Tanjung Kelayang memiliki keunggulan geostrategis yang berdekatan dengan negara ASEAN yang menjadi target captive market. Berlokasi di Kepulauan Bangka Belitung, wilayah yang masuk ke dalam daftar 10 Destinasi Pariwisata Prioritas ini memiliki objek wisata bahari yang indah, dengan pesona pasir putih dan tebing batu yang eksotis.

Berfokus di pariwisata, KEK Tanjung Kelayang menargetkan dapat menciptakan lapangan kerja untuk 5.000 orang pada 2036 dan menarik investasi sebesar Rp10,3 triliun pada 2022.

Tanjung KelayangTanjung Kelayang Foto: (Sendy Aditya Saputra/Istimewa/Kemenpar)

3. KEK Likupang

Berlokasi di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. KEK Likupang memiliki keunggulan geoekonomi yang berorientasi geografis, serta berdekatan dengan Bandara Internasional Sam Ratulangi dan Pelabuhan Belitung.

Keunggulan geostrategis KEK Likupang antara lain, sektor pariwisata dengan tema resor dan wisata budaya (cultural tourism). KEK Likupang juga fokus dalam mengembangkan resor kelas premium dan menengah, budaya, dan pengembangan Wallace Conservation Center.

Diharapkan, KEK Likupang dapat menarik investasi sebesar Rp5 triliun, dan menyerap sebanyak 65.300 tenaga kerja pada 2040.

Momen pengibaran bendera di Tanjung Lesung.Momen pengibaran bendera di Tanjung Lesung. Foto: (istimewa)

4. KEK Tanjung Lesung

Berlokasi di Pandeglang, Banten, KEK Tanjung Lesung memiliki luas area 1.500 Ha dengan banyak potensi pariwisata. Mulai dari pantai, keragaman flora dan fauna, serta kekayaan budaya yang eksotis.

KEK Tanjung Lesung yang difokuskan pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif ditargetkan pada 2025 dapat menarik investasi sebesar Rp92,4 triliun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 85.000 orang.

Keunggulan KEK Singhasari adalah sektor pariwisata dengan tema heritage and historical tourism. Hal ini didukung dengan KEK Singhasari yang memiliki nilai situs sejarah kerajaan di Indonesia. Selain itu, kawasan ini digadang-gadang sebagai pusat pengembangan ekosistem digital dan ekonomi kreatif.

Belum lagi letak KEK Singhasari yang sangat strategis. KEK ini berlokasi di Kabupaten Malang, dan berdekatan dengan Bandara Internasional Juanda Surabaya, Pelabuhan Tanjung Perak, serta terkoneksi langsung dengan ruas tol Pandaan-Malang. Ditargetkan KEK Singhasari dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 6.863 orang dan menarik investasi sebesar Rp11,92 triliun hingga 2030.

6. KEK Morotai

Terletak di pulau terluar sisi timur laut Indonesia, dan berdekatan dengan negara ASEAN dan Asia Timur, menjadikan Morotai salah satu bagian KEK yang menjanjikan. Tidak hanya memiliki keunggulan wisata bahari, KEK Morotai memiliki wisata sejarah yang sangat menarik.

Keunggulan tersebutlah yang nantinya akan menjadi nilai tambah dibandingkan dengan Kawasan Ekonomi Khusus lainnya. Diharapkan pada 2025 KEK Morotai dapat menarik investasi sebesar Rp30,44 triliun dan menyerap 30.000 tenaga kerja.

MorotaiMorotai Foto: shutterstock



Simak Video "Kegiatan Parekraf Kini Terintegrasi ke Aplikasi PeduliLindungi"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/sym)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA