Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 01 Jun 2021 08:11 WIB

TRAVEL NEWS

Penemu Elang Jawa Ternyata Orang Jerman, Ini Profilnya

Putu Intan
detikTravel
Sosok MEG Bartels berkaitan erat dengan Elang Jawa. Jejak sang ornitolog ini dapat dilihat di museum peninggalannya di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.
Penemu elang Jawa, M.E.G Bartels. Foto: Tripa Ramadhan/Detikcom
Sukabumi -

Elang Jawa merupakan satwa langka dilindungi yang dapat ditemukan di Gunung Gede Pangrango. Satwa ini pertama kali ditemukan warga Jerman bernama Bartels.

Max Edward Gottieb Bartels atau M.E.G Bartels merupakan pria berkebangsaan Jerman yang mulanya bekerja di Perkebunan Teh Pangrango di Pasir Datar, sebelum akhirnya memulai meneliti burung. Ia mulanya memiliki kegemaran berburu hingga suatu hari memutuskan untuk mendalami ilmu burung (ornitolog) dan menjadi ahli burung terkenal.

Semasa hidupnya (24 Januari 1871-7 April 1936) terhitung ada 13 jenis satwa yang ia temukan. Salah satunya ialah elang jawa yang ditemukan di Hutan Cimungkad, Sukabumi pada 1924.

Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) adalah burung endemik Pulau Jawa yang salah satu habitatnya di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Elang Jawa hidup di hutan tropis yang terletak di dataran tinggi dengan ketinggian 3.000 meter di atas permukaan laut. Mereka juga dapat tinggal di pantai namun biasanya akan membuat sarang di tempat tinggi yang sulit dicapai.

Sosok MEG Bartels berkaitan erat dengan Elang Jawa. Jejak sang ornitolog ini dapat dilihat di museum peninggalannya di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.Rumah M.E.G Bartels yang dijadikan museum elang jawa di Cimungkad. Foto: Tripa Ramadhan/Detikcom

Ciri khas dari elang Jawa adalah tubuhnya berwarna cokelat dan memiliki jambul. Jambul ini berupa 2-4 bulu setinggi mencapai 12 centimeter.

Penelitian tentang elang jawa dan satwa-satwa lainnya diabadikan Bartels dalam bentuk jurnal ilmiah yang diterbitkan di Jerman dan Belanda. Tulisannya yang paling terkenal berjudul Zur Ornis Javas yang terbit pada 1901.

Tulisan ilmiah ini disebut sangat berpengaruh bagi perkembangan burung di Pulau Jawa. Tulisan itu berisi katalog 239 spesies yang paling banyak terdapat di Jawa Barat.

Setelah Bartels wafat, penelitian mengenai satwa dilanjutkan oleh anak tertuanya yang bernama Dr. Max Bartels. Berbeda dengan sang ayah yang tertarik pada burung, si sulung lebih fokus pada mamalia terutama rodentia.

Hampir seluruh koleksi satwa yang diteliti keluarga Bartels telah ditempatkan di National Museum of Natural History (NMNH) Leiden, Belanda. Akan tetapi, sisa-sisa informasi soal elang Jawa dan rumah keluarga Bartels dapat traveler jumpai di Pusat Konservasi Elang Jawa Cimungkad.



Simak Video "Melihat Tempat Pertama Kali Elang Jawa Ditemukan"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
DMentor
×
dMentor Setop Investasi Bitcoin Cs
d'Mentor Setop Investasi Bitcoin Cs Selengkapnya