Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 01 Jun 2021 11:20 WIB

TRAVEL NEWS

Unik! Seniman Bandung Buat Lukisan Pakai Bubuk Kunyit Hingga Urang-aring

Siti Fatimah
detikTravel
Seniman Bandung Buat Lukisan Pakai Bubuk Kunyit Hingga Urang-aring
Foto: (Siti Fatimah/detikcom)
Bandung -

Umumnya seniman membuat lukisan dengan menggunakan cat minyak dan kuas. Namun, seniman di Bandung ini menggunakan bumbu rempah dan tradisional sebagai alat melukis, salah satunya menggunakan kunyit, bunga lawang, arang hingga urang-aring.

Hal unik tersebut dilakukan Edrike Joosencia (30), perupa asal Cimahi ini sudah menekuni dunia seni dan kreatif sejak usianya 4 tahun. Kreatifitasnya ia asah hingga duduk di bangku kuliah dan lulus sebagai Sarjana Seni di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Selama bergelut di bidang seni, Edrike secara konsisten menggunakan alat lukis dari bahan tradisional. Baru-baru ini ia membuat karya bertema Semanjala yang dibuat dari kunyit, urang-aring dan bunga lawang di atas kanvas lingkaran.

"Semua bahan-bahan yang dari unsur bumi. Karena dari konsepnya itu meniatkan sifat baik yang ada dalam diri kita yang pada dasarnya memang sudah ada sifat baik kita dari awalnya," kata Keke sapaan akrab Edrike saat ditemui detikcom beberapa saat lalu.

Sekilas tentang Semanjala, Edrike ingin merepresentasikan ragam pengalaman, gagasan, dan narasi. Dia membongkar imaji-imaji hasil observasi langsung dengan bentuk-bentuk abstraksi yang tidak kehilangan aspek representasionalnya, tetapi justru menekankan impresi dan imajinasi.

Seniman Bandung Buat Lukisan Pakai Bubuk Kunyit Hingga Urang-aringSeniman Bandung Buat Lukisan Pakai Bubuk Kunyit Hingga Urang-aring Foto: (Siti Fatimah/detikcom)

Penggunaan kunyit, bunga lawang, dan urang aring dalam karyanya kali ini dinilainya sangat mewakili pemikiran, jiwa dan dirinya sendiri sebagai seniman. Di seri Semanjala ini, Edrike mengatakan, proses pembuatan dilakukan selama kurang lebih tiga minggu dan saat ini sudah ada 14 buah lukis yang ia buat, beberapa diantaranya sudah mendapatkan apresiasi dan dimiliki secara pribadi.

Di karya sebelumnya yang bertajuk Amarga, Edrike menggunakan charcoal sebagai alat lukis. Charcoal ini memiliki tingkat kehitaman yang jauh lebih pekat dibandingkan grafit dan memudahkan perupa saat akan membuat gradasi. Di lukisannya ini ia menggunakan teknik sfumato yang dipopulerkan pelukis kenamaan Leonardo Da Vinci.

Kepiawaiannya dalam membuat lukisan dari bahan tradisional bukan tanpa sebab. Dia menceritakan kisah dibaliknya.

Selain menjadi perupa, Edrike juga memiliki sejumlah murid yang ia ajarkan seni lukis. Terkadang, harga alat dan bahan yang mahal menjadi pembatas para muridnya untuk berkreatifitas, sehingga tercetuslah penggunaan bahan tradisional dari bumbu dan rempah ini.

"Kalau konsep pewarnaannya sih aku punya beberapa murid gambar sampai akhirnya dia menyerah, alat gambar mahal banget. Di situ juga aku mikir emang mahal banget. Kalau kita mengizinkan diri kita untuk melihat sesuatu dulu nih, kadang di situ juga bisa jadi tercetus ide. Aku juga sering stuck tapi nyoba buat tenang, tarik nafas, ngizinin diri aku buat nguasain diri sendiri. Tiba-tiba ada ide (pakai bumbu tradisional)," ujarnya.

Seniman Bandung Buat Lukisan Pakai Bubuk Kunyit Hingga Urang-aringSeniman Bandung Buat Lukisan Pakai Bubuk Kunyit Hingga Urang-aring Foto: (Siti Fatimah/detikcom)

Tidak hanya bernilai ekonomis, penggunaan bumbu tradisional dalam seni lukis juga memiliki berbagai kelebihan. Misalnya saja dilihat dari ketahanan bisa sampai ratusan tahun, bahan-bahannya pun mudah didapatkan.

"Kalo kelemahan sih cenderung enggak ada yah, mungkin kalo kelemahan itu relatif ada orang yang suka warnanya cat pekat ya berarti enggak akan suka, tapi kalau suka warna natural yang masih ada bulirnya bisa jadi dan tergantung pasar jadinya. Tapi kalau untuk ketahanan, 13 edisi lukisan yang lain enggak pernah ada problem sih karena kunyit tuh udah ada pengawet alami. Sempat baca kalo kunyit itu bisa mengawetkan sampe 100 tahun karena ya memang ini unsur bumi yang sejatinya memang kuat makanya gausah khawatir," pungkasnya.



Simak Video "Jelang PTM, Ratusan Sekolah di Kota Bandung Gelar Simulasi"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/sym)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA