Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 05 Jun 2021 11:42 WIB

TRAVEL NEWS

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Jakarta Aquarium Lepaskan Penyu Langka

Pelepasliaran penyu dan tukik di Pulau Karya, Kepulauan Seribu.
Foto: (dok Jakarta Aquarium)
Kepulauan Seribu -

Sabtu ini Hari Lingkungan Hidup Sedunia diperingati. Hari spesial ini juga dimaknai oleh Jakarta Aquarium lewat pelepasan penyu dan tukik di Kepulauan Seribu.

Bertempat di Pulau Karya, Kepulauan Seribu, Jakarta Aquarium dan Safari (JAQS) untuk pertama kalinya melakukan pelepasliaran penyu pada Jumat, 28 Mei 2021 lalu. Diikuti oleh detikTravel, momen spesial itu juga dilakukan bersama perwakilan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Hal itu dilakukan sebagai bukti dan tanggung jawab JAQS sebagai sebuah Lembaga Konservasi ex-situ (Taman Safari Indonesia Group) dan di bawah pengawasan BKSDA (Bali Konservasi Sumber Daya Alam) dan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

"Jakarta Aquarium dan Safari bekerja sama dengan Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu dan Yayasan Puteri Indonesia melepasliarkan penyu dan tukik-tukik sebagai wujud tanggung jawab kami sebagai sebuah Lembaga Konservasi yang peduli terhadap pelestarian satwa dan lingkungan," ujar Fira Basuki, Head of Social, Branding, and Communication JAQS.

Pelepasliaran penyu dan tukik di Pulau Karya, Kepulauan Seribu.Pelepasliaran penyu dan tukik di Pulau Karya, Kepulauan Seribu (dok Jakarta Aquarium)

Untuk informasi, yang dilepaskan adalah seekor penyu dewasa berjenis Penyu Sisik atau Hawksbill Sea Turtle (Eretmochelys imbricata) dan 30 tukik. Penyu sisik yang dilepasliarkan merupakan fauna air yang diselamatkan oleh pihak JAQS, dan dititipkan ke pihak KLHK di Pulau Pramuka untuk kembali dilepasliarkan.

"Sebenarnya kami menampung total 6 hewan. 1 Penyu Hijau dan 5 Penyu Sisik. Beberapa masih tinggal di Pusat Suaka Penyu Pulau Pramuka menunggu pelepasan. Mereka belum cukup siap untuk alam liar sehingga membutuhkan lebih banyak waktu untuk membangun kekuatan, massa otot, dan berat keseluruhan mereka," ujar Aaron Morgan Jupp, ahli biologi asal Inggris yang bertugas di Jakarta Aquarium.

Bagi yang belum tahu, Penyu Hijau dan Penyu Sisik yang merupakan dua dari tujuh spesies penyu laut di seluruh dunia itu paling sering hidup di perairan Indonesia. Keduanya benar-benar terancam punah, masing-masing diklasifikasikan sebagai terancam punah dan sangat terancam punah.

Berkurangnya jumlah populasi spesies ini memiliki konsekuensi drastis bagi stabilitas dan keberadaan mereka di masa depan; karena jumlah hewan yang lebih sedikit bereproduksi, berkurangnya keragaman genetik dalam populasi membuat mereka rentan terhadap risiko penyakit, parasit, dan tekanan lainnya yang lebih besar.

Pelepasliaran penyu dan tukik di Pulau Karya, Kepulauan Seribu.Ratusan tukik yang diperawat di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu (dok Jakarta Aquarium)

Penyu dapat memakan waktu hingga 50 tahun untuk matang sebelum mereka siap untuk bereproduksi dan bahkan ketika mereka mampu menciptakan generasi hewan berikutnya, tingkat kelangsungan hidup mendekati hanya 1 dari setiap 1.000 bayi yang lahir yang akan mencapai dewasa dan bereproduksi diri.

Kegiatan bersama KLHK yang baru diselenggarakan pertama kali itu juga mendapat sambutan baik dari Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Pulau Panggang, Iskandar. Ia mengatakan, pihaknya menyambut baik kegiatan tersebut, sebagai salah satu upaya mempromosikan Pesona Pariwisata Kepulauan Seribu di mana kawasan Kepulauan memiliki potensi untuk dikembangkan.

"Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan dampak yang baik bagi pengembangan pariwisata yang berbasiskan masyarakat. Dan kegiatan tersebut dapat berkelanjutan," ujar Iskandar.

Turut hadir di lokasi, Puteri Indonesia Lingkungan 2020 Putu Ayu Saraswati menyatakan kegembiraannya ketika terpilih mendampingi JAQS dalam pelepasliaran penyu ini.

"Pulau Seribu bukan hanya tempat rekreasi, tapi juga kombinasi untuk edukasi, konservasi yang berdampak baik untuk lingkungan sekitar. Karena itu saya senang, ketika Jakarta Aquarium dan Safari mengajak saya untuk berpartisipasi dalam pelepasliaran penyu ini demi pelestarian satwa dan lingkungan. Jika kita dapat menjaga satwa dan lingkungan dengan baik tentu akan berdampak secara ekonomi, sosial dan juga budaya," terangnya.

Selain melepasliarkan penyu dan tukik, pihak JAQS dan KLHK serta perwakilan Pemkab Kepulauan Seribu juga ikut menanam mangrove dan tanaman lamun yang juga bisa menyerap karbon.

"Selain pelepas liarkan tukik, kami juga melakukan penanaman mangrove bersama Puteri Indonesia Lingkungan 2020, kemudian tanam lamun," kata Kusminardi, Kepala SPTN Wilayah III Pulau Pramuka Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu.

Lebih lanjut, pihak JAQS mengemukakan kalau kegiatan ini akan rutin dilakukan nantinya. Tak hanya penyu dan tukik, tapi juga fauna laut lainnya. Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia!



Simak Video "Kemenhub Berikan Diktat-Sertifikasi Gratis ke Ratusan Kapal di Kep Seribu"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA